Kamis, 4 Juni 2026

Pernyataan Menteri Bappenas soal Program Makan Bergizi Gratis Picu Kontroversi, Pengamat Ekonomi: Sekolahnya di Mana?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 April 2025 | 07:00 WIB
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin (kiri) dan Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy (kanan).  (Kolase YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@rachmatpambudy)
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin (kiri) dan Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy (kanan). (Kolase YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@rachmatpambudy)

SketsaNusantara.id - Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menuai sorotan tajam.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih penting daripada menciptakan lapangan kerja.

Komentarnya tersebut langsung mengundang kritik dari kalangan pengamat ekonomi. Salah satunya datang dari Ferry Latuhihin yang menyayangkan logika di balik pernyataan tersebut.

Baca Juga: Program MBG Dinyinyiri Profesor? Prabowo Balik Sindir: Biar Nanti Profesor Belajar dari Ustadz Adi Hidayat

Pernyataan Rachmat disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, pada 22 April 2025.

Saat itu, ia menekankan pentingnya program MBG untuk mengatasi persoalan gizi masyarakat, bukan sekadar membuka lapangan kerja.

"Jadi, kalau ada orang mengatakan kenapa musti kasih makan? Kenapa tidak kasih pekerjaan saja? Tidak akan tercapai untuk mengatasi persoalan (kekurangan gizi)," tutur Rachmat.

Baca Juga: Puluhan Siswa Cianjur Keracunan Usai Makan dari Program MBG, BGN Selidiki Penyebab dan Janji Perbaikan Menyeluruh

Namun, kritik keras datang dari Ferry Latuhihin, seorang pengamat ekonomi dan analis pasar modal. Dalam video YouTube Rhenald Kasali yang ditayangkan pada 28 April 2025, Ferry secara gamblang menolak pandangan sang menteri.

"Itu berawal dari Menteri Bappenas kita, Pak Rachmat Pambudy, yang menyatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan pekerjaan," ujar Ferry.

Ferry bahkan mempertanyakan latar belakang pendidikan Rachmat setelah mendengar pernyataannya.

Baca Juga: Wilie Salim Sukses Bikin Acara Makan Besar Bareng 100 Ribu Warga Bengkulu, Menu Makanan Komplit Jadi Sorotan Publik hingga Dibandingkan dengan MBG

"Nah ini saya bingung sekolahnya di mana, dengan berani mengatakan program makan bergizi gratis lebih penting ketimbang lapangan kerja," tegas Ferry.

Menurut Ferry, tidak ada negara di dunia ini yang mendahulukan program makan gratis ketimbang penciptaan lapangan kerja.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Rhenald Kasali

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X