Minggu, 19 Juli 2026

Agen BRILink, Garda Terdepan Tanggulangi Penipuan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 25 April 2025 | 00:00 WIB
Gaguk Sugeng Krisbianto (kanan) saat melayani nasabah di agen BRILink yang ia kelola di Dusun Sawahan, Barongsawahan, Bandarkedungmulyo, Jombang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Gaguk Sugeng Krisbianto (kanan) saat melayani nasabah di agen BRILink yang ia kelola di Dusun Sawahan, Barongsawahan, Bandarkedungmulyo, Jombang. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id – Menjadi agen BRILink selama 8 tahun lebih, banyak hal yang dirasakan Gaguk Sugeng Krisbianto (41). Selain meraup keuntungan atas usaha melalui layanan keuangan dari agen BRILink, Gaguk, sapaan akrabnya, seringkali menggagalkan aksi penipuan yang bakal menimpa nasabahnya.

Saat ditemui di toko sekaligus tempat agennya, Dusun Sawahan, Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Gaguk mengatakan sudah sebanyak 4 kali menggagalkan aksi penipuan yang akan menimpa nasabahnya.

“Sudah 4 kali saya menggagalkan aksi penipuan. Agen BRILink itu adalah garda terdepan pencegahan penipuan yang bakal menimpa masyarakat,” tandasnya, Kamis 24 April 2025.

Baca Juga: Smishing Makin Canggih! BRI Peringatkan Nasabah agar Tidak Terjebak Modus Penipuan Digital yang Merugikan

Diceritakan, yang pertama ada seorang nasabah yang datang ke agennya hendak transfer untuk menebus hadiah yang didapat nasabah tersebut. Waktu itu, sambung dia, nasabah tersebut akan mentransfer uang sebanyak Rp 4 juta.

Dinilai ada yang janggal pada diri pelanggannya, Gaguk tidak langsung melayani pelanggan tersebut. Ia mengatakan, saat datang ke agen BRILink miliknya, nasabah tersebut sambil menerima telepon.

“Saya sudah tahu ciri-ciri kalau ada masyarakat yang terkena penipuan. Salah satu cirinya, mereka tidak lepas dari komunikasi melalui telepon genggam. Anehnya, saat proses pelayanan, nasabah tersebut diatur jaraknya, tidak boleh terlalu dekat dengan saya. Kondisi itu semakin memperkuat dugaan saya bahwa nasabah tersebut kena tipu,” ujar Gaguk.

Baca Juga: Modus Penipuan Marak saat Lebaran! Ini Cara BRI Lindungi Nasabah dari Kejahatan Siber

Mengetuhui hal itu, Gaguk lantas mengingatkan agar nasabah tersebut tidak meneruskan transaksinya. “Waktu itu saya ingatkan langsung kepada nasabah saya. Saya katakan bahwa itu adalah modus penipuan,” jelasnya.

Namun, cerita Gaguk, perkataannya justru tidak dihiraukan oleh nasabah. Si nasabah tetap memaksa agar bisa melayani transfer. Mendapat kesempatan, Gaguk lantas menyambar telepon genggam milik nasabah. Komunikasi kemudian diambil alih oleh Gaguk. Dari situlah si penipu kemudian mematikan teleponnya.

“Waktu itu memang saya rebut paksa teleponnya. Yang sulit kalau menemui kejadian seperti itu adalah menyadarkan mereka yang kena tipu. Saat komunikasi saya ambil alih, baru mereka sadar kalau mereka adalah korban penipuan. Akhirnya transaksi tidak jadi diteruskan. Bisa saja saya melayani, tapi kasihan, mereka jelas-jelas kena tipu,” ujar Gaguk.

Gaguk pun menceritakan secara rinci modus penipuan yang menimpa pada nasabahnya. Mereka mendapat hadiah berupa 1 unit sepeda motor. Untuk menebus hadiah tersebut, nasabahnya harus menebus dengan jumlah uang Rp 12 juta. “Uang tersebut bisa diangsur pembayarannya. Nasabah saya mengaku kalau sudah mentransfer sejumlah uang di tempat lain,” ceritanya.

Baca Juga: Bermitra dengan BRI, Pemilik Agen BRILink Ini Sering Gagalkan Aksi Penipuan

Karena nominal uang kurang, lanjutnya, pihak penipu mengirim video berupa proses pembungkusan unit sepeda motor yang bakal dikirim kepada nasabahnya. Pengiriman dilakukan dengan syarat korban harus mentransfer uang. “Nasabah saya mungkin waktu itu berpikir karena sudah mentransfer sejumlah uang, daripada uang itu hilang, oleh pihak korban akan ditransfer lagi,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X