Baca Juga: Siapkan Tenda untuk Ngantor di Desa, Bupati Jember Gus Fawait Siap Terima Wadulan Secara Offline
3. Anggaran miring
Tugu setinggi 7 meter dan lebar 4 meter ini dibangun dengan dana yang relatif kecil, yaitu sekitar Rp 50 juta. Hal ini sangat kontras dengan tugu atau patung lain di beberapa kota yang menelan anggaran hingga miliaran rupiah.
4. Inisiatif Lokal
Pembangunan tugu ini merupakan ide dari Karang Taruna Desa Krasak yang didukung oleh seniman lokal Wonosobo, Rejo Arianto.
Dana pembangunannya berasal dari CSR (Corporate Social Responsibility) BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) setempat, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga: Tanggapi Keluhan Masyarakat, PKL Alun-Alun Jember Mulai Ditertibkan
5. Representasi Identitas Lokal
Biawak dipilih sebagai ikon karena merupakan hewan lokal yang banyak ditemukan di sekitar lokasi tugu, tepatnya di dekat Jembatan Krasak yang dulunya menjadi habitat endemik biawak. Tugu ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hewan tersebut dan ekosistemnya.
Nah inilah beberapa fakta tentang Tugu Biawak Wonosobo yang saat ini sedang viral dan menjadi salah satu tugu terbaik di Indonesia oleh warganet.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pejabat Yang Tak Tahu Aturan? Lucky Hakim Akhirnya Mendapatkan Sanksi Sebab Jalan-Jalan ke Jepang Saat Lebaran
Kehilangan Tokoh Kemanusiaan, Nasaruddin Umar Sedang Mengupayakan Pergi ke Vatikan untuk Paus Fransiskus
Apa Itu Deklarasi Istiglal Paus Fransiskus dan Nasaruddin Umar, Bagaimana Kelanjutannya Usai Sang Pope Meninggal Dunia?
Inilah Hukuman untuk Lucky Hakim Usai Skandal Liburan ke Jepang Tanpa Izin, Bupati Indramayu Wajib Ikut 3 Bulan
Diduga Alami Masalah Keluarga, Pria Paruh Baya di Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri
Konsep Video Bonus Demografi Gibran Jiplak? Ferry Irwandi Sindir Lewat Konten Tandingan Lebih Berbobot: Sekarang Coba...