SketsaNusantara.id - Di tengah keluhan warga soal kualitas BBM yang menurun, satu SPBU di Klaten tiba-tiba menjadi sorotan. Bukan karena antrean panjang atau harga tak wajar, tetapi karena adanya temuan yang jauh lebih mencengangkan.
Sejumlah kendaraan mogok mendadak setelah mengisi bahan bakar. Awalnya dikira masalah mesin biasa, tapi setelah dicek lebih lanjut, ada kejanggalan: tangki kendaraan ternyata kemasukan air.
Temuan ini langsung memicu kepanikan. Banyak konsumen mengeluhkan dampak serius pada kendaraan mereka. Sementara itu, pihak SPBU mengklaim tidak mengetahui adanya kontaminasi dalam Pertalite yang dijual.
Polres Klaten akhirnya mengambil langkah hukum. Hasilnya diumumkan dalam konferensi pers oleh Kapolres Klaten AKBP Nur Cahyo AP pada Kamis, 10 April 2025 siang. Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan pencampuran air ke BBM jenis Pertalite di SPBU 44.574.29 Trucuk, Klaten.
Tersangka diketahui berinisial M atau AMJ, seorang sopir truk pengangkut BBM. Ia diduga dengan sengaja mencampurkan air ke dalam tangki Pertalite saat dalam perjalanan distribusi dari depo ke SPBU tujuan.
“Berdasarkan penyidikan yang sudah kami laksanakan, sementara yang kami tetapkan tersangka adalah pengemudi dari kendaraan truk pengangkut,” ujar AKBP Nur Cahyo dalam pernyataannya kepada wartawan.
Langkah penetapan ini dilakukan setelah polisi memeriksa sedikitnya sepuluh orang saksi. Mereka terdiri dari konsumen terdampak, pengelola SPBU, serta penanggung jawab logistik. Dari hasil penyidikan awal, semua mengarah kepada dugaan sabotase dalam proses distribusi.
Modus operandi yang diduga dilakukan tersangka cukup sederhana namun berdampak besar. Dalam perjalanan mengangkut BBM dari depo, ia mencampurkan air ke dalam tangki truk yang seharusnya hanya berisi Pertalite murni. Ketika bahan bakar itu sampai di SPBU dan dijual ke masyarakat, campuran air tersebut tentu memengaruhi kualitas hingga merusak kendaraan konsumen.
Pihak Pertamina Patra Niaga, selaku penyalur resmi BBM, langsung mengambil langkah cepat.
Penyaluran BBM ke SPBU tersebut dihentikan sementara. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memastikan bahwa sistem akan dibersihkan secara menyeluruh sebelum SPBU kembali beroperasi.
“Kami memastikan pembersihan dilakukan hingga dinyatakan aman untuk kembali beroperasi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Muncul Seruan Boikot SPBU 'Plat Merah' di X, Pertamina Bantah Oplos Pertalite Jadi Pertamax
Misteri Amplop Kuning yang Diterima Anggota DPR Herman Khaeron saat Rapat dengan Pertamina, Kader Demokrat: Ini Adalah Uang...
Andre Rosiade Pasang Badan Soal Isu Amplop Rapat Pertamina, Netizen: Ngumpetinnya Cepet!
Detik-Detik Ahok Datangi Kejagung untuk Pemeriksaan Terkait Kasus Korupsi Pertamina, Tentengan Tas Ikut Ramai Jadi Sorotan, Apa Isinya?
Video Lawas Fuji Asyik Dugem Viral, Kostum Seksi dan Tangan Diborgol Diduga Bareng Putra Eks Dirut Pertamina Bikin Geger
Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali Buka-bukaan Soal Kasus Korupsi di Pertamina, Sudah Terjadi Sejak Lama?