Saat itu, para pemuda sangat bersemangat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.
Baca Juga: Open House di Pendopo, Bupati Jember Gus Fawait: Mari Saling Memaafkan
Bersamaan dengan peristiwa tersebut, Ir. Sukarno berpidato di lapangan IKADA Jakarta, sedangkan di Surabaya terjadi insiden perobekan bendera Belanda di tahun 1945.
Akhirnya terjadi pertempuran heroik arek-arek Surabaya pada pertengahan Oktober hingga akhir November 1945, yang saat ini dikenang sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Hal itu membuat banyak terbentuknya laskar-laskar pemuda dan para siswa dalam membentuk kesatuan tentara pelajar, lalu tergabung dalam Brigade XVII.
Mereka semua adalah pahlawan bunga bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya, bahkan nyawanya demi Tanah Air yang tercinta ini.
Jadi, sudah sepatutnya kita sebagai rakyat Indonesia selalu menghargai mereka dengan menjaga persatuan dan semangat para pemuda-pemudinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Andien Aisyah dan Jejak Masa Kecilnya di Kampung Bromo Kalisat, dari Desa Kecil di Jember hingga Panggung Jazz Dunia
5 Fakta Menarik Tanaman Pinang, Pohon yang Konon Jadi Asal-Usul Jember Sudah Ada Sejak Zaman Purbakala hingga Dipercaya Bisa Mendatangkan Kemakmuran
Waton Tak Pernah Padam! Demi Cagar Budaya Jember, Parade Pegon dan Kenduren Khidmat Tetap Terlaksana di Tengah Minimnya Anggaran
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?
Libur Lebaran Ketupat Jumlah Kunjungan Wisata ke Pantai Papuma Jember Menurun, Ada Apa?
Jadi Objek Wisata Religi Ternama, Inilah 4 Makam Wali di Jember Provinsi Jawa Timur, Jarang Sepi Peziarah