Mantan Duta Besar Indonesia untuk Ceko ini mengungkapkan, pada tahun 1950-an, Presiden Soekarno memasukkan tentara ke dalam Dewan Nasional, badan penasehat pemerintah.
“Orang mengacaukan antara ‘Jalan Tengah’ dengan Dwifungsi, Ketika Dewan Nasional dibentuk tahun 1950 berapa itu, Bung Karno memasukkan tentara di situ,” tuturnya.
Dan sejak saat itulah tentara menjadi kekuatan sosial politik legal hingga akhirnya tercetuslah Dwifungsi.
Kendati demikian, hingga saat ini, informasi yang banyak beredar yakni Dwifungsi merupakan gagasan dari Abdul Haris Nasution.
Hingga akhirnya, setelah Orde Baru tumbang dan presiden Soeharto lengser, perlahan peranan Dwifungsi ABRI mulai berkurang.
Dan Dwifungsi ABRI resmi dicabut pada masa pemerintahan Presiden Gus Dur sekaligus memisahkan ABRI dan Kepolisian.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Naik 6,5 Persen! Cek Nilai UMK atau UMR yang Sudah Berlaku di Kabupaten Tulungagung Sejak Tahun 2025, Peringkat Berapa?
Siapa Saja Anggota Panja Komisi I DPR RI? Ini Daftar Anggota Dewan yang Turut Dalam Rapat Revisi UU TNI di Hotel Fairmont Jakarta
Rapat RUU TNI Digelar Maraton di Hotel Berbintang, Fedi Nuril Beri Kritikan Menohok: Gua Gak Menemukan RUU TNI dalam Prolegnas Prioritas 2025
BRI Gelar 'Kapan Lagi Buka Bareng BRI Festival 2025’ di GBK, 20 Ribu Pengunjung Bukber Bareng Juicy Luicy hingga Bernadya
Vokal Isu Politik dan Tak Takut Kritiki Pemerintah, Raline Shah Bongkar Kekurangan Fedi Nuril, Ternyata...
Ifan Seventeen Sebut Ini Program Unggulan Sebagai Dirut PT PFN, Bungkam Keraguan Publik? Riefian Fajarsyah: Kita Penuhi Dulu...