Kamis, 4 Juni 2026

Detik-Detik Ahok Datangi Kejagung untuk Pemeriksaan Terkait Kasus Korupsi Pertamina, Tentengan Tas Ikut Ramai Jadi Sorotan, Apa Isinya?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 13 Maret 2025 | 12:53 WIB
Potret Ahok yang ikut diperiksa Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi Pertamina Patra Niaga (Instagram/basukibtp)
Potret Ahok yang ikut diperiksa Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi Pertamina Patra Niaga (Instagram/basukibtp)

Sebelumnya, Ahok pernah mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya praktik korupsi yang melibatkan oknum internal di Pertamina.

Baca Juga: Skandal Korupsi Pertamina: Mahfud MD Sebut Ahok Dipilih untuk Berantas Mafia Minyak, Netizen Heran Kenapa Tak Ada Tindakan Nyata

Ia menyebut bahwa kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang saat ini ditangani Kejagung merupakan masalah lama yang tidak kunjung diselesaikan oleh pimpinan Pertamina.

Ahok juga menyinggung adanya permainan orang dalam tubuh Pertamina yang berperan dalam praktik korupsi tersebut.

"Kalau saya curiga ini ada permainan, bekas Dirut Patra Niaga dipecat. Saya enggak tahu, tapi diduga karena dia tidak mau menandatangani pengadaan aditif itu,” ungkap Ahok dalam video di Kanal YouTube Narasi Newsroom yang diunggah awal Maret 2025 lalu.

"Saya tanya, ini enggak bisa terus ditakut-takutin kalau di SPBU enggak ada barang nih, kelangkaan, padahal saya bilang mana bisa tender dipisah antara transport dengan aditif. Lalu, karena transport lebih mahal, eh dikalahkan, aditif yang lebih murah kalau engga salah seperti itu," imbuhnya.

"Kalau diperlukan saya dengan senang hati akan datang, saya bongkar semuanya, karena siapapun pasti terlibat, iya dong, masa kasus sebesar ini atasan gak tahu," tandasnya.

Baca Juga: Blak-blakan Soal Skandal Korupsi Pertamina, Hotman Paris Tantang Ahok Minta Maaf dan Kembalikan Gaji Selama Jadi Komisaris Pertamina

Kasus dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga telah menjadi sorotan publik baru-baru ini.

Kejaksaan Agung telah menetapkan 9 teesangka dan mengungkap praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang melibatkan perusahaan berplat merah tersebut.

Modus operandi yang digunakan adalah mencampurkan BBM bersubsidi dengan kualitas lebih rendah, seperti Premium (RON 88), dengan BBM berkualitas lebih tinggi, yakni Pertalite (RON 90).

Campuran ini kemudian dijual sebagai produk Pertamax dengan harga yang lebih tinggi, yang ikut menyulut kemarahan masyarakat.

Akibat praktik ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp193,7 triliun selama satu tahun. Dengan demikian, perkiraan kerugian secara keseluruhan bisa tembus 1 kuadriliun mengingat 5 tahun praktik kecurangan ini berlangsun sejak 2018-2023.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Metro TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X