Dedi juga menekankan agar seluruh pihak bisa bersama-sama menyelesaikan masalah banjir hingga pengembalian fungsi puncak tanpa adanya kepentingan lain.
“Mari kita selesaikan, tuntaskan bersama tanpa ada kepentingan apapun kecuali konvervasi,” pungkasnya.
Baca Juga: Diguyur Hujan Sejak Malam, Sejumlah Wilayah di Bekasi Terendam Banjir hingga Ketinggian 2 Meter
Seperti yang diketahui, banjir dan longsor yang melanda kawasan Puncak Bogor terjadi sejak Senin dini hari, 3 Maret 2025.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, setidaknya ada 12 titik lokasi bencana yang terdampak.
Selain merusak rumah dan fasilitas umum, tanah longsor yang terjadi di Puncak juga menyebabkan jembatan putus.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengenal Hipotermia dan AMS, Kondisi Penyebab Meninggalnya Dua Pendaki Indonesia Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Saat Mendaki Puncak Carstensz
Firdaus Oiwobo Tantang Hotman Paris, Dukung Ahok dalam Kasus Korupsi Pertamina: Lu Gue Kejar!
SBY Pasang Badan, Jawab Kecemasan Publik Soal Kegagalan Danantara: Bebas Konflik Kepentingan?
Bak Pertanda, Isi Chat Terakhir Lilie Wijayanti Korban Meninggal Puncak Carstensz Sebelum Mendaki Terungkap: Pamit Tidur
Terungkap Asal-usul di Balik Lilie Wijayanti, Korban Meninggal di Puncak Carstensz Dijuluki Mamak Pendaki
5 Pernyataan Simon Aloysius Mantiri, Bos Pertamina yang Minta Maaf ke Masyarakat Buntut Kasus Korupsi Pertamax Oplosan