SketsaNusantara.id - Hari Jumat, 28 Februari 2025 menjadi momen emosional saat puluhan ribu karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terkena PHK berkumpul untuk terakhir kalinya di pabrik Sukoharjo, Jawa Tengah.
Bagaimana tidak, salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu kini tak lagi bisa beroperasi usai dinyatakan pailit yang akhirnya tutup permanen per 1 Maret 2025.
Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, bahkan ikut menangis menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh hati di hadapan ribuan karyawan pabrik yang ikut terdampak PHK.
"Tetap semangat, terima kasih sebesar-besarnya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya dalam pergaulan kita setiap harinya," ucap Bos Sritex dengan suara bergetar dalam video yang diunggah akun Instagram @sritexindonesia pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.
Para karyawan pun tak kuasa menahan air mata. Bagi mereka, Sritex bukan sekadar tempat bekerja, tetapi juga rumah kedua, apalagi pabrik tekstil yang sudah berdiri sejak 1966 ini telah menjadi bagian dan harapan bagi kehidupan banyak keluarga.
Momen perpisahan Bos Sritex dengan ribuan karyawannya pun menuai simpati netizen. Banyak warganet ikut merasakan sedih karena kini puluhan ribu kepala keluarga kehilangan pekerjaan menjelang Ramadhan yang seharusnya disambut dengan sukacita.
Tak hanya itu, netizen juga memuji ketegaran Bos Sritex yang telah memperjuangkan nasib karyawannya hingga mendapat atensi dari pemerintah, meski akhirnya perusahaan tak bisa diselamatkan.
Perjalanan panjang Iwan Kurniawan Lukminto sebagai Bos Sritex pun tak luput jadi sorotan, terlebih putra bungsu HM Lukminto itu bukanlah sosok asing di dunia industri tekstil.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website resmi Sritex, pria kelahiran Surakarta, 22 Januari 1983 ini adalah putra keempat dari pendiri Sritex yang menempuh pendidikan di Johnson & Wales University, Northeastern University, dan Boston University di Amerika Serikat.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri tekstil, ia memulai kariernya di Sritex sebagai Direktur Divisi Garment, kemudian menjabat sebagai Wakil Direktur Utama pada 2014, dan akhirnya menjadi Direktur Utama sejak 2023.
Artikel Terkait
Perjalanan Sritex, Pabik Tekstil Terbesar di Indonesia yang Dinyatakan Bangkrut, Produsen Seragam Militer 32 Negara
Siapa Pendiri Sritex? Profil HM Lukminto, Raja Batik Pasar Klewer yang Masuk Islam Setelah Mimpi Harmoko
Diresmikan Presiden Soeharto, PT Sritex yang Pailit Sempat Lakukan Perluasan 275 Usaha, Apa Saja?
Bos Sritex Blak-blakan Permendag No 8 2024 Biang Kerok Bangkrutnya Industri Tekstil, Bagaimana Nasib Karyawan?
Fix! PT Sritex Tutup Total per Maret 2025: Ribuan Karyawan Jadi Korban Kampanye Gibran dan Janji Manis Pemerintah