Sritex pernah berjaya di era Orde Baru sebagai pemasok utama seragam militer dan mitra merek fashion dunia. Namun, setelah reformasi, perusahaan menghadapi persaingan ketat dari produk impor, kebijakan perdagangan bebas, terlebih dampak pandemi COVID-19 yang mengguncang Indonesia tahun 2020 lalu.
Beban utang yang membengkak serta penurunan permintaan ekspor semakin memperburuk kondisi keuangan perusahaan Pengadilan Niaga Semarang akhirnya memutuskan Sritex pailit pada bulan Oktober 2024 lalu setelah gagal melunasi utang Rp32,6 triliun.
Meski sebelumnya pernah dijanjikan Gibran dan pemerintah mengusahakan agar pabrik tak akan ditutup, namun akhirnya Sritex tak bisa diselamatkan.
Status pailit ini membuat lebih dari 10 ribu pekerja dirumahkan karena terkena PHK massal dan kejayaan Sritex kini tinggal kenangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Klarifikasi Salsa, Oknum Guru di Jember Usai Puluhan Video Asusila Miliknya Viral! Terkena Rayuan Maut Pacar Online?
Usai Video Asusilanya Tersebar, Salsabila Rahma atau Bu Guru Salsa di Jember Resmi Dinikahi Seorang PNS! Apa Maharnya?
Kasus Pertamax Oplosan Terbongkar, Komisi XII DPR RI Sidak SPBU, Wakil Ketua Bambang: Kami Minta Pengujian Sampelnya Terbuka
BRI Gandeng IIF, Beri Kredit Triliunan untuk Proyek Strategis Infrastruktur Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Agar Spesifikasi Pertamax Tak Diragukan, Netizen Kaitkan dengan Kasus Disertasinya
Trending! Gempa Bumi M 4,4 di Bantul Jadi Sorotan, Netizen Protes BMKG Buntut Telat Unggah Info Bencana Alam, Gegara Kena Efisiensi?
Viral, Masjid di Sulawesi Selatan Ini Punya Cara Unik untuk Para Jamaah yang Sholat Tarawih Ramadhan 2025, Ada Undian Gratis Barang-Barang Mewah!
Ahok Bongkar Skandal Korupsi Pertamina, Sebut Ada Permainan di Dalam PT Pertamina Patra Niaga
Blak-blakan Soal Skandal Korupsi Pertamina, Hotman Paris Tantang Ahok Minta Maaf dan Kembalikan Gaji Selama Jadi Komisaris Pertamina