Kamis, 4 Juni 2026

Sritex Tutup Permanen, Video Peresmian Pabrik di Era Soeharto Kembali  Ramai Jadi Sorotan: Berjaya di Masa Orde Baru, Tumbang di Era Prabowo

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Minggu, 2 Maret 2025 | 17:34 WIB
Potret mantan presiden Soeharto saat peresmian Sritex yang kini tinggal kenangan usai pabrik ditutup permanen per bulan Maret 2025 (Instagram/transformasi90)
Potret mantan presiden Soeharto saat peresmian Sritex yang kini tinggal kenangan usai pabrik ditutup permanen per bulan Maret 2025 (Instagram/transformasi90)

Terlihat Soeharto beserta Ibu Tien dan HM Lukminto beserta keluarga didampingi petinggi pabrik Sritex berfoto bersama, sebelum acara berakhir.

Kedekatan Muhammad Lukminto dengan Presiden Soeharto kala itu, disebut-sebut membuat bisnis Sritex berkembang sangat pesat dan meraih kejayaan di era Orde Baru.

Pada tahun 1992, Sritex banyak menerima pesanan dari pemerintah untuk pembuatan seragam PNS (Pegawai Negei Sipil), TNI dan Polri, bahkan menembus pasar luar negeri.

Baca Juga: Fix! PT Sritex Tutup Total per Maret 2025: Ribuan Karyawan Jadi Korban Kampanye Gibran dan Janji Manis Pemerintah

Sukses besar, Sritex juga menerima pesanan untuk membuat seragam bagi NATO dan pasukan militer Jerman hingga Filipina.

Sritex berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini bermitra dengan berbagai merek fashion ternama dunia dan mengekspor produknya ke 40 negara.

"Sritex awalnya bermula dari usaha kios kecil bernama UD Sri Rejeki di Pasar Klewer, Kota Solo yang didirikan oleh Almarhum Haji Muhammad Lukminto pada 1966," tulis akun Instagram @transformasi90.

Baca Juga: Bos Sritex Blak-blakan Permendag No 8 2024 Biang Kerok Bangkrutnya Industri Tekstil, Bagaimana Nasib Karyawan?

"Usahanya HM Lukminto terus berkembang hingga bisa mendirikan pabrik tekstil terbesar di Asia tenggara yang banyak menopang ekonomi Kabupaten Sukoharjo," imbuhnya.

"Pabriknya yang berada di Jalan Samanhudi, Kabupaten Sukoharjo terbilang sangat luas dengan produksi mencakup hulu dan hilir industri tekstil mulai dari kain mentah, rayon, katun, dan poliester, hingga pakaian jadi dan membuatnya jadi produk unggulan di Indonesia," tutupnya.

Video peresmian pabrik Sritex pun ramai jadi perbincangan hangat netizen. Banyak warganet yang menyayangkan Sritex yang dulu didukung dengan baik oleh pemerintah dan berjaya di era kepemimpinan Presiden Soeharto, namun kini akhirnya pailit dan bangkrut di era Prabowo.

Baca Juga: Diresmikan Presiden Soeharto, PT Sritex yang Pailit Sempat Lakukan Perluasan 275 Usaha, Apa Saja?

"Nasib Sritex dulu berjaya di masa Orde Baru sekarang malah bangkrut di era all in Prabowo. Cita-cita luhur Almarhum Bapak Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia sekarang hancur berkeping-keping," komentar salah satu netizen.

"Dibangun di zaman mertua, tumbang di zaman menantu. Beda banget presiden yang dulu mikirkan rakyatnya bener-bener real bikin lapangan kerja, sekarang? rakyat cuma dapat janji manis pemerintah, makin banyak pabrik tutup, banyak PHK kalo kabur katanya gak nasionalis," imbuh netizen lainnya.

"Tahun 90-an banyak perusahaan texstil kembang kempis, Sritex yg kondisinya bagus dan sekarang miris, salah kita juga masyarakt sekarang lebih suka barang-barang impor dari luar negeri yang lebih murah daripada hasil produk dalam negeri," komentar netizen lainnya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: instagram @transformasi90

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X