Terlihat Soeharto beserta Ibu Tien dan HM Lukminto beserta keluarga didampingi petinggi pabrik Sritex berfoto bersama, sebelum acara berakhir.
Kedekatan Muhammad Lukminto dengan Presiden Soeharto kala itu, disebut-sebut membuat bisnis Sritex berkembang sangat pesat dan meraih kejayaan di era Orde Baru.
Pada tahun 1992, Sritex banyak menerima pesanan dari pemerintah untuk pembuatan seragam PNS (Pegawai Negei Sipil), TNI dan Polri, bahkan menembus pasar luar negeri.
Sukses besar, Sritex juga menerima pesanan untuk membuat seragam bagi NATO dan pasukan militer Jerman hingga Filipina.
Sritex berkembang pesat hingga menjadi salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini bermitra dengan berbagai merek fashion ternama dunia dan mengekspor produknya ke 40 negara.
"Sritex awalnya bermula dari usaha kios kecil bernama UD Sri Rejeki di Pasar Klewer, Kota Solo yang didirikan oleh Almarhum Haji Muhammad Lukminto pada 1966," tulis akun Instagram @transformasi90.
"Usahanya HM Lukminto terus berkembang hingga bisa mendirikan pabrik tekstil terbesar di Asia tenggara yang banyak menopang ekonomi Kabupaten Sukoharjo," imbuhnya.
"Pabriknya yang berada di Jalan Samanhudi, Kabupaten Sukoharjo terbilang sangat luas dengan produksi mencakup hulu dan hilir industri tekstil mulai dari kain mentah, rayon, katun, dan poliester, hingga pakaian jadi dan membuatnya jadi produk unggulan di Indonesia," tutupnya.
Video peresmian pabrik Sritex pun ramai jadi perbincangan hangat netizen. Banyak warganet yang menyayangkan Sritex yang dulu didukung dengan baik oleh pemerintah dan berjaya di era kepemimpinan Presiden Soeharto, namun kini akhirnya pailit dan bangkrut di era Prabowo.
Baca Juga: Diresmikan Presiden Soeharto, PT Sritex yang Pailit Sempat Lakukan Perluasan 275 Usaha, Apa Saja?
"Nasib Sritex dulu berjaya di masa Orde Baru sekarang malah bangkrut di era all in Prabowo. Cita-cita luhur Almarhum Bapak Soeharto, Bapak Pembangunan Indonesia sekarang hancur berkeping-keping," komentar salah satu netizen.
"Dibangun di zaman mertua, tumbang di zaman menantu. Beda banget presiden yang dulu mikirkan rakyatnya bener-bener real bikin lapangan kerja, sekarang? rakyat cuma dapat janji manis pemerintah, makin banyak pabrik tutup, banyak PHK kalo kabur katanya gak nasionalis," imbuh netizen lainnya.
"Tahun 90-an banyak perusahaan texstil kembang kempis, Sritex yg kondisinya bagus dan sekarang miris, salah kita juga masyarakt sekarang lebih suka barang-barang impor dari luar negeri yang lebih murah daripada hasil produk dalam negeri," komentar netizen lainnya.
Artikel Terkait
Klarifikasi Salsa, Oknum Guru di Jember Usai Puluhan Video Asusila Miliknya Viral! Terkena Rayuan Maut Pacar Online?
Usai Video Asusilanya Tersebar, Salsabila Rahma atau Bu Guru Salsa di Jember Resmi Dinikahi Seorang PNS! Apa Maharnya?
Kasus Pertamax Oplosan Terbongkar, Komisi XII DPR RI Sidak SPBU, Wakil Ketua Bambang: Kami Minta Pengujian Sampelnya Terbuka
BRI Gandeng IIF, Beri Kredit Triliunan untuk Proyek Strategis Infrastruktur Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Agar Spesifikasi Pertamax Tak Diragukan, Netizen Kaitkan dengan Kasus Disertasinya
Trending! Gempa Bumi M 4,4 di Bantul Jadi Sorotan, Netizen Protes BMKG Buntut Telat Unggah Info Bencana Alam, Gegara Kena Efisiensi?
Viral, Masjid di Sulawesi Selatan Ini Punya Cara Unik untuk Para Jamaah yang Sholat Tarawih Ramadhan 2025, Ada Undian Gratis Barang-Barang Mewah!
Ahok Bongkar Skandal Korupsi Pertamina, Sebut Ada Permainan di Dalam PT Pertamina Patra Niaga
Blak-blakan Soal Skandal Korupsi Pertamina, Hotman Paris Tantang Ahok Minta Maaf dan Kembalikan Gaji Selama Jadi Komisaris Pertamina