SketsaNusantara.id - Novi Citra Indriyanti, vokalis band Sukatani yang kabarnya telah dipecat dari posisinya sebagai Guru SD mendapat dukungan dari Bupati Purbalingga.
Polemik lagu Band Sukatani yang belakangan ini ramai jadi sorotan usai dibredel polisi menuai kecaman publik, bahkan berakibat pada Novi yang kehilangan profesinya sebagai pengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara Hati, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari situs resmiKementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, tercatat Novi kini sudah berstatus tidak aktif setelah diberhentikan oleh pihak sekolah tempatnya bekerja.
Baca Juga: Sisi Lain Electroguy, Personil Band Sukatani yang Viral Usai Nyanyikan Lagu Bayar Bayar Bayar, Suka Bola hingga Peduli Pendidikan
Pemberhentian ini memicu berbagai spekulasi, terutama terkait dengan viralnya lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dibawakan oleh band punk asal Purbalingga tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif lantas pasang badan dan memberikan dukungannya untuk Novi.
Melalui akun Instagram pribadinya, Fahmi yang kala itu masih mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di Magelang merekam video untuk menawarkan kesempatan dan memberikan fasilitas bagi Novi untuk bisa kembali mengajar di wilayah Purbalingga.
Baca Juga: Mahfud MD Sebut Harusnya Band Sukatani Tak Perlu Meminta Maaf Hingga Menarik Peredaran Lagunya, Netizen Singgung Soal Intimidasi
"Saya Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Kabupaten Purbalingga dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika berkenan untuk mengabdi di sekolah di Kabupaten Purbalingga," tulis Fahmi dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @fahmihnf yang diunggah hari Sabtu, 2 Februari 2025.
"Jika Mbak Novi berkenan untuk mengabdi di sekolah Kabupaten Purbalingga, insya Allah saya selaku Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap mensuport dan memfasilitasi agar bisa kembali mengajar," imbuhnya.
Fahmi menekankan pentingnya memberikan kesempatan kedua bagi individu yang memiliki dedikasi dalam dunia pendidikan.
Baca Juga: Ada Nama Wiji Thukul, File Skripsi Novi Vokalis Sukatani Menuai Pujian Warganet: Jangan Anggap Remeh Anak Punk!
Ia juga berharap bahwa Novi dapat terus berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda di Purbalingga.
Postingan Fahmi pun mendapat respon positif netizen. Banyak warganet yang mengapresiasi gerak cepat Bupati Purbalingga yang mendukung vokalis Band Sukatani sehingga bisa kembali mengajar sebagai guru SD.
Kasus pemberhentian Novi sebelumnya memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan komunitas pendidikan.
Baca Juga: Kunto Aji Buka Suara soal Kisruh Ditariknya Lagu Bayar Bayar Bayar Milik Band Sukatani dari Seluruh Platform Digital, Enggak Kebayang...
Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Fahmi Hatib, mengecam tindakan pemberhentian tersebut. Menurutnya, hak berekspresi dan berkarya Novi sebagai seorang guru dan warga negara berhak dilindungi.
"Guru juga merupakan seorang warga negara yang memiliki hak dan dilindungi konstitusi untuk berekspresi, berpendapat, dan berkarya," kata Fahmi dalam pernyataannya pada hari Minggu, 23 Februari 2025.
FSGI juga mendesak pihak kepolisian untuk melindungi Novi tanpa memberikan tekanan serta meminta Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menindak lanjuti soal pemberhentian Novi yang seharusnya mendapat pembelaan.
Baca Juga: Siapa Band Sukatani? Profil 2 Musisi yang Tengah Viral, Ciptakan Lagu dengan Gaya Kontroversial Sampai Dilarang Beredar di Tanah Air
Novi Citra Indriyanti, yang juga dikenal dengan nama panggung Twister Angel, telah mengajar di SDIT Mutiara Hati sejak tahun 2022.
Selain berkarier di dunia pendidikan, Novi aktif sebagai vokalis band Sukatani bersama rekannya, Muhammad Syifa Al Lutfi alias Alectroguy.
Band ini dikenal dengan lagu-lagu yang mengangkat isu sosial, salah satunya "Bayar Bayar Bayar" yang sempat viral.
Baca Juga: Akun Instagram SDIT Mutiara Hati yang Memecat Vokalis Band Sukatani Panen Hujatan, Warganet: Apakah ini Sekolah Punya Polisi?
Dalam permintaan maaf yang diunggah di akun Instagram @sukatani.band, Syifa menjelaskan bahwa lagu ciptaannya merupakan kritik untuk oknum polisi yang suka melanggar peraturan.
Meski sudah memberikan klarifikasi, lagu Bayar Bayar Bayar harus dihapus dan ditarik dari peredaran.
Dukungan dari berbagai pihak pun menyeruak termasuk Mahfud MD yang menyebut Band Sukatani tidak perlu minta maaf karena kritik merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) seperti yang diatur dalam pasal 28 UUD 1945.
Banyaknya dukungan untuk Band Sukatani menunjukkan bahwa tiap orang bebas berekspresi dan tak seharusnya Novi kehilangan pekerjaan karena lagu yang dibawakannya.
Dengan adanya tawaran dari Bupati Purbalingga, masyarakat berharap Novi dapat melanjutkan pengabdiannya sebagai pendidik dan terus berkarya di bidang musik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fanny Soegi Dukung Band Sukatani yang Karyanya Dibredel Polisi, Posting Lagu Gelap Gempita Sebagai Bentuk Melawan Ketidakadilan
Satir, Bintang Emon Sindir Polisi yang Anti Kritik Usai Lagu Bayar Bayar Bayar Dibredel, Band Sukatani Harusnya Jadi Sahabat Kapolri
Heboh! Template Story Instagram Dukungan untuk Band Sukatani Mendadak Hilang dari Peredaran Sebelum 24 Jam, Sengaja Dilarang Kesebar?
Tak Dilarang, Tapi Minta Klarifikasi? Polda Jateng Banjir Hujatan Usai Mengaku Temui Band Sukatani hingga Lagu Bayar Bayar Bayar Dihapus
Tak Hanya Band Sukatani, Ini 2 Dua Kasus yang Miliki Nasib Sama, Bentuk Represi dan Pengekangan Ekspresi?
Terungkap! Isi Pesan Personel Band Sukatani Sebelum Video Klarifikasi Diunggah, Sosok Ini Beberkan Faktanya...
Update 3 Pernyataan Baru Sukatani Band Usai Huru-Hara Lagu 'Bayar Bayar Bayar' Dibredel Polisi: Kondisi Kami...
Kondisi Terkini Band Sukatani Pasca Viral Video Permintaan Maaf: Berada di Tempat Aman atau di Bawah Tekanan?
Diduga Dapat Intimidasi Hingga Unggah Video Klarifikasi Permintaan Maaf Tanpa Topeng, Begini Kondisi Terkini Anggota Band Sukatani