SketsaNusantara.id- Isu pembungkaman karya seni berupa lagu yang diciptakan oleh Band Sukatani masih berlanjut.
Pada 20 Februari, dua personel Band Sukatani melayangkan permintaan maaf terutama kepada profesi polisi.
Lagu ciptaan berjudul Bayar Bayar Bayar itu diduga dibungkam dan dilarang edar. Membuat publik ramai membuat aksi melalui story Instagram.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Band Sukatani: Post Punk, Lagu Dilarang, dan Balaclava Jadi Simbol Perlawanan
Namun baru-baru ini Soleh Solihun mengungkap drama yang muncul di tengah kegaduhan Band Sukatani.
Diduga ada unsur kesengajaan dalam menghilangkan template story di Instagram yang beredar di publik.
Publik ramai mengunggah story Instagram bertajuk "tolak segala pembungkaman karya seni."
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Band Sukatani: Post Punk, Lagu Dilarang, dan Balaclava Jadi Simbol Perlawanan
Di dalam story tersebut ada foto dua personel Band Sukatani dengan caption di atas. Diduga story yang tersebar itu justru menghilang kurang dari 24 jam.
"Lapor! Telah hilang sebuah template story Instagram," ungkap akun Instagram @solehsolihun.
"Biasanya umur story 24 jam. Ini sudah 24 jam tak ada di peredaran," lanjutnya.
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab story tersebut menghilang dari peredaran.
Namun diduga ada unsur kesengajaan sehingga story tentang dukungan Band Sukatani itu menghilang.
Artikel Terkait
Mau Bikin Cantik Instagram? 15 Link Download Twibbon Ini Bisa Dicoba, Wajib Diunggah untuk Tahun Baru Imlek 2025
Kedapatan Unfollow Akun Instagram Matthew Gilbert Hingga Diisukan Putus, Begini Jawaban Nikita Mirzani
Khusus hari Ini! 7 Link Kartu Ucapan Hari Valentine 2025, Desain Romantis Cocok Digunakan untuk Cerita Instagram
Ampun Bang Jago! Viral Aksi Premanisme Oknum Ormas Loreng Oranye, Palak Guru hingga Rusak Alat Marching Band TK di Tangsel
Geger! Lagu Band Sukatani Dibredel Polisi, Cuitan Lawas Wanda Hamidah Mendadak Viral, Ada Apa?
Fanny Soegi Dukung Band Sukatani yang Karyanya Dibredel Polisi, Posting Lagu Gelap Gempita Sebagai Bentuk Melawan Ketidakadilan