Ia merekomendasikan agar masyarakat mengonsumsi biji pepaya hanya dalam jumlah kecil dan sesekali, bukan sebagai bagian dari menu harian.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan bukti atau evidence balance dalam menilai setiap tren kesehatan yang beredar.
Dalam unggahannya, ia juga memberikan alternatif yang lebih aman berdasarkan data ilmiah. Ia menyebutkan bahwa jika tujuan seseorang adalah mendapatkan efek antimikroba, antibiofilm, wound healing, atau dukungan pemulihan untuk infeksi ringan, maka pilihan yang jauh lebih kuat dukungan penelitiannya adalah madu berstandar medis, khususnya medical-grade Manuka honey.
Ia menyebutkan rujukan ilmiah dengan nomor PMID: 33142845 dan mengingatkan bahwa penggunaan medical-grade Manuka Honey pun tetap harus memperhatikan dosis harian yang aman.
Melalui unggahan ini, pesan utama yang ingin disampaikan adalah perlunya kehati-hatian dalam menyikapi klaim kesehatan yang beredar di media sosial.
Biji pepaya mungkin memiliki potensi, tetapi potensi tersebut tidak serta-merta menjadikannya aman untuk dikonsumsi secara rutin.
Pendekatan yang seimbang, berbasis bukti, dan tidak tergesa-gesa adalah cara terbaik dalam menilai suatu bahan pangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jangan Sembarangan! Ini Posisi Tidur Terbaik Menurut Dokter demi Menjaga Kesehatan dan Tubuh Lebih Bugar
Jangan Dianggap Remeh! Simak 7 Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan, Picu Gangguan Pencernaan hingga Sebabkan Serangan Jantung
Ramai Pembahasan Obesitas di Media Sosial, Begini Data dan Fakta Penting dari Organisasi Kesehatan Dunia!
Sering Tak Sadar Main HP Terlalu Lama? Waspadai Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental
Cek Fakta: Benarkah Cabut Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan? Pakar Kesehatan Beberkan Fakta Mengerikan Akibat Infeksi Gigi yang Bisa Berakibat Fatal