Minggu, 19 Juli 2026

Jangan Dianggap Remeh! Simak 7 Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan, Picu Gangguan Pencernaan hingga Sebabkan Serangan Jantung

Photo Author
M. Arief Novrianto, Sketsa Nusantara
- Minggu, 11 Mei 2025 | 22:00 WIB
Jangan menganggap remeh obesitas! Ini bahaya yang mengintai (Pixabay/Joa70)
Jangan menganggap remeh obesitas! Ini bahaya yang mengintai (Pixabay/Joa70)

 

Sketsanusantara.id - Obesitas atau kegemukan menjadi salah satu masalah yang sangat serius bagi kesehatan.

Lemak yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pada beberapa fungsi organ manusia, salah satunya adalah sistem peredaran darah. 

Adakalanya, sedikit kenaikan berat badan sering dianggap sebagai bukan masalah besar yang menyebabkan seseorang masih terus mengonsumsi banyak makanan tanpa khawatir.

Hal ini dapat menyebabkan berat badan terus naik hingga akhirnya menimbulkan obesitas atau kegemukan.

Baca Juga: Menopause Bisa Picu Gangguan Psikologis? Yuk Kenali Gejala dan Cara Penanganannya  

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa obsitas atau kegemukan dapat menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah.

Namun tidak hanya itu saja, karena rupanya ada beberapa dampak buruk lainya obesitas pada kesehatan sebagaimana dikutip Sketsanusantara.id dari Healthline.

1. Sistem peredaran darah

Jantung merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh, karena tugasnya yaitu memompa darah ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Melahirkan 44 Anak! Perempuan Asal Uganda Ini Punya Gangguan Medis yang Membuat Mariam Nabatanzi Makin Subur, Apa Faktor Pemicu Hiperovulasi?

Tapi jika jantung sudah mengalami gangguan maka perlu tekanan yang besar untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Jika sudah seperti itu maka tekanan darah juga akan meningkat. Semakin tinggi tekanan darah maka akan semakin mempersempit dan membuat kaku pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung

2. Sistem pernapasan

Banyaknya lemak yang terkumpul pada bagian leher bisa berbahaya untuk pernafasan. Hal ini dikarenakan penyempitan jalur keluar masuknya udara, sehingga pada saat tidur akan terkena Sleep Apnea.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: healthline.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X