Minggu, 19 Juli 2026

Benarkah Biji Pepaya Layak Disebut Superfood? Mengungkap Manfaat, Risiko, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Dibicarakan di Balik Tren Kesehatan di Medsos

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Desember 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi dari biji pepaya. (Pixabay/Meelimello)
Ilustrasi dari biji pepaya. (Pixabay/Meelimello)

Ia mengutip bahwa penelitian tersebut menunjukkan biji pepaya kering membantu menurunkan angka parasit usus pada 60 anak di Nigeria.

Namun, ia menegaskan bahwa meskipun pilot study itu menunjukkan sinyal manfaat, penelitian tersebut sangat terbatas dan tidak cukup menjadi dasar untuk konsumsi harian.

Masalah yang sebenarnya muncul adalah penyimpulan berlebihan dari masyarakat. Banyak orang menganggap biji pepaya aman dikonsumsi setiap hari tanpa mempertimbangkan variabel keamanan.

Ia kemudian memberi peringatan tegas bahwa risikonya lebih konsisten daripada manfaatnya.

Pernyataan ini diperkuat dengan paparan sejumlah bukti ilmiah yang justru lebih solid terkait efek sampingnya dibanding manfaatnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dari sisi evidence, efek samping biji pepaya, terutama pada sistem reproduksi pria, justru lebih kuat.

Ia mengutip penelitian tahun 2019 oleh V. Ghaffarilaleh yang menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya dapat memperlambat gerakan sperma manusia, meningkatkan ROS, merusak mitokondria, dan meningkatkan DNA fragmentation.

"Ekstrak biji pepaya secara langsung memperlambat gerakan sperma manusia, meningkatkan ROS, merusak mitokondria dan meningkatkan DNA fragmentation," tulisnya.

Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa temuan ini diperoleh dari penelitian pada manusia, meski masih sebatas uji in-vitro.

Dengan kata lain, bukti adanya potensi antifertilitas pada pria cukup relevan untuk dipertimbangkan sebelum mengonsumsi biji pepaya secara rutin.

Selain efek pada sperma manusia, ia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah penelitian pada hewan yang menunjukkan potensi toksisitas pada hati dan ginjal.

Dengan demikian, klaim superfood dinilai terlalu berlebihan dan tidak sejalan dengan bukti keamanan yang ada.

Dalam kesimpulannya, ia menyampaikan bahwa meskipun ada manfaat antiparasit, namun“belum ada bukti keamanan jangka panjang.

Ia juga menegaskan adanya bukti toksik terhadap sperma manusia serta bukti toksik terhadap hati dan ginjal pada hewan.

Secara keseluruhan, ia menyimpulkan bahwa biji pepaya belum dapat disebut superfood. Potensi manfaatnya ada, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadikannya sebagai konsumsi harian.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X