Ia mengutip bahwa penelitian tersebut menunjukkan biji pepaya kering membantu menurunkan angka parasit usus pada 60 anak di Nigeria.
Namun, ia menegaskan bahwa meskipun pilot study itu menunjukkan sinyal manfaat, penelitian tersebut sangat terbatas dan tidak cukup menjadi dasar untuk konsumsi harian.
Masalah yang sebenarnya muncul adalah penyimpulan berlebihan dari masyarakat. Banyak orang menganggap biji pepaya aman dikonsumsi setiap hari tanpa mempertimbangkan variabel keamanan.
Ia kemudian memberi peringatan tegas bahwa risikonya lebih konsisten daripada manfaatnya.
Pernyataan ini diperkuat dengan paparan sejumlah bukti ilmiah yang justru lebih solid terkait efek sampingnya dibanding manfaatnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dari sisi evidence, efek samping biji pepaya, terutama pada sistem reproduksi pria, justru lebih kuat.
Ia mengutip penelitian tahun 2019 oleh V. Ghaffarilaleh yang menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya dapat memperlambat gerakan sperma manusia, meningkatkan ROS, merusak mitokondria, dan meningkatkan DNA fragmentation.
"Ekstrak biji pepaya secara langsung memperlambat gerakan sperma manusia, meningkatkan ROS, merusak mitokondria dan meningkatkan DNA fragmentation," tulisnya.
Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa temuan ini diperoleh dari penelitian pada manusia, meski masih sebatas uji in-vitro.
Dengan kata lain, bukti adanya potensi antifertilitas pada pria cukup relevan untuk dipertimbangkan sebelum mengonsumsi biji pepaya secara rutin.
Selain efek pada sperma manusia, ia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah penelitian pada hewan yang menunjukkan potensi toksisitas pada hati dan ginjal.
Dengan demikian, klaim superfood dinilai terlalu berlebihan dan tidak sejalan dengan bukti keamanan yang ada.
Dalam kesimpulannya, ia menyampaikan bahwa meskipun ada manfaat antiparasit, namun“belum ada bukti keamanan jangka panjang.
Ia juga menegaskan adanya bukti toksik terhadap sperma manusia serta bukti toksik terhadap hati dan ginjal pada hewan.
Secara keseluruhan, ia menyimpulkan bahwa biji pepaya belum dapat disebut superfood. Potensi manfaatnya ada, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadikannya sebagai konsumsi harian.
Artikel Terkait
Jangan Sembarangan! Ini Posisi Tidur Terbaik Menurut Dokter demi Menjaga Kesehatan dan Tubuh Lebih Bugar
Jangan Dianggap Remeh! Simak 7 Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan, Picu Gangguan Pencernaan hingga Sebabkan Serangan Jantung
Ramai Pembahasan Obesitas di Media Sosial, Begini Data dan Fakta Penting dari Organisasi Kesehatan Dunia!
Sering Tak Sadar Main HP Terlalu Lama? Waspadai Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental
Cek Fakta: Benarkah Cabut Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan? Pakar Kesehatan Beberkan Fakta Mengerikan Akibat Infeksi Gigi yang Bisa Berakibat Fatal