Minggu, 19 Juli 2026

Benarkah Biji Pepaya Layak Disebut Superfood? Mengungkap Manfaat, Risiko, dan Fakta Ilmiah yang Jarang Dibicarakan di Balik Tren Kesehatan di Medsos

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Desember 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi dari biji pepaya. (Pixabay/Meelimello)
Ilustrasi dari biji pepaya. (Pixabay/Meelimello)

SketsaNusantara.id - Pada era media sosial yang penuh arus informasi cepat, berbagai klaim mengenai makanan super sering muncul dan menyebar begitu mudahnya.

Salah satu yang cukup populer adalah anggapan bahwa biji pepaya merupakan superfood yang aman dikonsumsi setiap hari.

Untuk memberikan perspektif ilmiah yang lebih seimbang, publik kemudian banyak merujuk pada penjelasan seorang penasihat kesehatan yang dikenal luas di media sosial.

Baca Juga: Kenapa Kopi Bisa Bikin Fokus Sekaligus Memicu Gangguan Kecemasan? Begini Penjelasan Ilmiah Menurut Penasihat Kesehatan Denny Kristiawan

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi lynk.id bahwa sosok tersebut adalah seorang penasihat kesehatan sekaligus penemu regainyouth.id.

Ia cukup dikenal karena konten-kontennya yang berfokus pada edukasi kesehatan serta gaya hidup sehat berbasis bukti ilmiah.

Dikutip juga dari sebuah unggahan yang cukup ramai dibahas di Instagram @regainyouth.id, ia memaparkan analisis lengkap mengenai klaim manfaat biji pepaya serta risiko yang kerap luput diperbincangkan publik.

Baca Juga: Jadi Gampang Emosi dan Tingkatkan Stress! Psikolog Sebut Cuaca Panas di Indonesia Berdampak Besar pada Kesehatan Mental, Ini Cara Mengatasinya

Dalam unggahan tersebut, ia membuka penjelasannya dengan pertanyaan retoris yang membuat banyak warganet bertanya-tanya, yaitu benarkah biji pepaya itu superfood?

"Manfaatnya ada… tapi risikonya juga besar," tegasnya.

Unggahan ini segera mencuri perhatian karena tidak hanya membicarakan potensi manfaat, tetapi juga risiko kesehatan yang jarang dibahas secara terbuka.

Menurut paparan ilmiahnya, biji pepaya memang kerap dipromosikan sebagai obat parasit alami. Klaim ini bukan tanpa dasar.

Baca Juga: Nathalie Holscher Jalani Operasi Bariatrik, Apa Itu? Berikut Penjelasan hingga Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ia menyebutkan adanya satu uji terkontrol acak berskala kecil pada manusia, yakni penelitian Okeniyi et al., 2007 yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Food.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X