Dalam kasus Hengki di Padang Pariaman, polisi menyebut klinik yang menanganinya sudah melakukan tindakan sesuai SOP (standar operasional prosedur) dan tidak ditemukan bukti malpraktik.
Selain itu, kebutaan yang dialami Hengki juga dikarenakan adanya tumor otak dan kemungkinan karena adanya infeksi berkaitan dengan riwayat kesehatannya, sehingga berdampak setelah dilakukan pencabutan gigi.
Kasus ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan menyeluruh termasuk kejujuran pasien untuk membeberkan riwayat kesehatannya secara menyeluruh sebelum melakukan prosedur pencabutan gigi.
Mitos bahwa cabut gigi menyebabkan kebutaan sering kali muncul dari kesalahpahaman atau kasus langka yang tidak ditangani dengan baik, seperti infeksi yang dibiarkan menyebar hingga berdampak fatal bagi pasien.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Apa Itu Preeklamsia? Waspada Komplikasi Kehamilan yang Diduga Jadi Penyebab RA Kartini Wafat, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
5 Fakta Malaria, Penyakit Endemik di Indonesia, Punya Gejala Mirip Demam Berdarah hingga Wilayah dengan Kasus Positif Terbanyak
Menopause Bisa Picu Gangguan Psikologis? Yuk Kenali Gejala dan Cara Penanganannya
Takut Pikun di Usia Dini? Cermati Gejala serta Cara Mengurangi Risiko Demensia Sejak Remaja
Baru Pulang dari Tanah Suci? Waspadai Gejala Ini dalam 14 Hari Pertama, Kata Tim Kesehatan Haji Indonesia
Mirip Flu dan Tipes! Kenali Gejala Leptospirosis di Musim Hujan, Infeksi Serius Akibat Tikus yang Bisa Sebabkan Kematian