Minggu, 19 Juli 2026

Baru Pulang dari Tanah Suci? Waspadai Gejala Ini dalam 14 Hari Pertama, Kata Tim Kesehatan Haji Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 Juni 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi cuaca panas saat haji. (Pexels/Hussain Awan)
Ilustrasi cuaca panas saat haji. (Pexels/Hussain Awan)

SketsaNusantara.id - Setelah puncak ibadah haji rampung, fase pemulangan jemaah Indonesia ke Tanah Air pun dimulai.

Hingga pertengahan Juni 2025, lebih dari 23 ribu jemaah telah tiba di Indonesia sejak gelombang pertama pemulangan pada 11 Juni.

Namun, kepulangan ini bukan akhir dari kewaspadaan. Justru sebaliknya, jemaah haji diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan mereka terutama dalam 14 hari pertama setelah mendarat di Indonesia.

Baca Juga: Tya Ariestya Kenang Momen Syahdu saat di Arafah, Haji 2025 Jadi Titik Balik Hidup

“Kalau ada gejala sakit, misalkan demam, batuk, sesak nafas, kami anjurkan agar segera berobat ke rumah sakit maupun puskesmas,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah, dr. M. Imran.

Suhu 47 Derajat Celcius dan Dampaknya ke Tubuh Jemaah

Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi juga perjalanan fisik yang menguras tenaga, energi, bahkan sistem imun tubuh. Dalam kondisi normal saja, perubahan suhu dapat memicu masalah kesehatan.

Baca Juga: 6 Jam Tertahan di Bandara, Begini Penjelasan PPIH soal Jemaah Haji Kloter Kertajati yang Diisukan Terlantar

Apalagi saat jemaah harus beraktivitas intens di tengah suhu ekstrem.

“Pada hari ini saja, suhu di Makkah mencapai 45 derajat Celsius, sementara di Madinah sudah mencapai 47 derajat Celsius,” terang Imran dalam konferensi pers di Makkah.

Kondisi panas yang kering serta kelembapan udara yang rendah memperberat tekanan terhadap sistem pernapasan dan metabolisme tubuh.

Baca Juga: Suhu Makkah Tembus 46 Derajat, PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Diri Ibadah Sunnah Jelang Pulang ke Tanah Air

Ketika tubuh belum pulih sempurna setelah kepulangan, risiko munculnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga kelelahan ekstrem bisa muncul.

Tak hanya gejala fisik, cerita tentang perjalanan selama haji juga penting untuk disampaikan kepada tenaga medis. Imran menekankan pentingnya keterbukaan jemaah ketika memeriksakan diri.

“Jangan lupa ceritakan riwayat perjalanan haji Anda, agar mendapatkan pelayanan dan penanganan yang tepat,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X