Minggu, 19 Juli 2026

Takut Pikun di Usia Dini? Cermati Gejala serta Cara Mengurangi Risiko Demensia Sejak Remaja

Photo Author
Dinzha Fairrana Atsir, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Mei 2025 | 21:27 WIB
Kurangi risiko demensia sejak usia dini dengan beberapa tips berikut. (freepik/storyset)
Kurangi risiko demensia sejak usia dini dengan beberapa tips berikut. (freepik/storyset)

SketsaNusantara.id - Pikun umumnya dianggap sebagai hal lumrah di kalangan masyarakat. Kalau sudah tua, maka wajar pelupa. Namun, bukan berarti kita tidak bisa mengambil tindakan preventif untuk mengurangi risiko pikun semakin bertambah usia.

Pikun atau demensia tidak hanya merujuk pada kondisi daya ingat seseorang yang menurun, tetapi juga cara berpikir, berperilaku, dan kemampuan lain yang digunakan untuk melakukan rutinitas sehari-hari.

Demensia bisa berkembang dari gejala-gejala ringan yang berangsur jadi parah seiring tumbuh dewasa jika fungsi kognitif kita tidak dikelola sejak dini.

Baca Juga: Kontroversi World App Tawarkan Imbalan Menggiurkan bagi Pengguna yang Lakukan Scan Iris Mata, Privasi Publik Bisa Terancam? Ini Kata Pakar Siber

Umumnya, demensia memang terjadi pada usia 80-an ke atas, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa gejalanya mulai dirasakan sejak muda.

Sayang, demensia belum ada obat untuk menyembuhkannya secara total, tetapi ada obat dan aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien demensia.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Rumah Sakit Pondok Indah, demensia secara spesifik disebabkan oleh rusaknya sel saraf yang berada di pembuluh darah otak.

Baca Juga: 5 Cara Mencapai Financial Freedom, Mulai Sekarang agar Hidup Lebih Tenang

Kerusakan tersebut akan memberi gangguan pada otak. Tingkat keparahannya beragam, begitu juga dengan efek yang ditimbulkannya. Tergantung area mana yang mengalami gangguan itu.

Demensia bisa ditemukan di berbagai macam penyakit, tetapi yang paling umum adalah Alzheimer’s sebanyak 50-70 persen.

Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui, tetapi genetik cukup berperan penting dalam meningkatkan faktor risiko terjangkit Alzheimer’s.

Baca Juga: 8 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Kulit: Cegah Kulit Kusam dan Kering

SketsaNusantara.id telah mengumpulkan beberapa informasi mengenai gejala-gejala yang dialami penyintas demensia dari para pakar, antara lain:

1. Mudah lupa, bahkan untuk aktivitas yang baru dan sering dilakukan

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: rspondokindah.co.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X