SketsaNusantara.id - Apakah kamu termasuk orang yang percaya bahwa puasa, khususnya selama Ramadhan, akan membuat badan langsing?
Bagaimanapun, puasa sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Makanya, banyak orang percaya bahwa menahan makan dalam jangka waktu tertentu bisa membantu tubuh membakar lemak lebih cepat.
Namun, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah?
Faktanya, tidak sedikit orang yang justru mengalami kenaikan berat badan saat berpuasa. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pola makan yang salah hingga kurangnya aktivitas fisik.
Jadi, apakah puasa benar-benar bisa menjadi solusi untuk mendapatkan tubuh ideal?
Sebelum menjadikan puasa sebagai metode diet, penting untuk memahami bagaimana tubuh bekerja selama berpuasa.
Menurut penelitian yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, dalam beberapa jam pertama puasa, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama.
Setelah 12-24 jam tanpa asupan makanan, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai energi. Proses inilah yang sering disebut sebagai ketosis.
Namun, efektivitas puasa dalam menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada durasi puasa, tetapi juga pada pola makan saat berbuka.
Jika setelah berpuasa seseorang mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam jumlah berlebihan, maka defisit kalori yang dihasilkan selama puasa bisa hilang.
Bahkan, hal itu berujung pada surplus kalori yang menyebabkan kenaikan berat badan.
Artikel Terkait
Puasa Ramadhan Tanpa Wajah Kusam! 7 Tips Ampuh agar Kulit Tetap Glowing dan Sehat Hanya dalam Sebulan
Benarkah Madu Tidak Boleh Diminum dengan Sendok Stainless Steel? Ini Penjelasan Dokter Zaidul Akbar agar Makin Sehat Selama Puasa Ramadhan
Susah Fokus saat Puasa? Coba 5 Cara Ini agar Tidak Mengantuk ketika Bekerja!
Kenyang Lebih Lama Saat Puasa, 5 Tips Memilih Menu Sahur Sehat agar Puasa Tetap Berenergi
Tak Suka Masakan Western, Wulan Guritno Punya Hidangan Wajib saat Puasa Ramadhan