jelajah

Cuma Ada di Indonesia, Asal Mula Lontong Cap Go Meh, Makanan Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa, Apa Saja Isinya?

Senin, 10 Februari 2025 | 11:00 WIB
Hidangan lontong Cap Go Meh, hasil akulutrasi budaya Tionghoa-Jawa, begini asal usulnya (YouTube Keke an)

Pernikahan inilah yang kemudian melahirka budaya campuran Tionghoa-Jawa.

Baca Juga: Pernah Coba Dangke Enrekang? Keju Lokal dari Sulawesi Selatan dan Makanan Favorit Bondan Winarno, Ternyata Terbuat dari... 

Termasuk hidangan lontong Cap Go Meh yang konon lahir dari pernikahan campuran tersebut.

Dari kanal YouTube tersebut, hidangan lontong Cap Go Meh dikabarkan bermula karena perempuan yang menikah dengan para pria Tionghoa ini, hanya bisa memasak lontong hingga akhirnya terciptalah resep lontong Cap Go Meh.

Namun sumber lain menyebutkan, asal mula lontong Cap Go Meh ini berkaitan dengan kedatangan Laksamana Zheng He ke Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India 

Ia menggelar sayembara membuat hidangan sup untuk dihidangkan pada saat perayaan Cap Go Meh.

Sayembara tersebut dimenangkan oleh salah seorang kepala desa yang menyuguhkan sup dengan menggunakan berbagai bahan yang ia temukan.

Saat disantap, Laksamana Zheng He berkata Luang tang Shiwu ming atau sup aneka bahan ini di urutan 15.

Baca Juga: 11 Jenis Hidangan Saat Imlek 2025 dan Maknanya: Ada Kue Keranjang sampai Dumpling, Pembawa Keberuntungan hingga Simbol Kelimpahan 

Akibat perbedaan dialek, ucapan Laksamana Zheng He terdengar oleh kepala desa menjadi Luan dang cap go mia yang kemudian oleh masyarakat Jawa disebut Lontong Cap Go Meh.

Adapun Lontong Cap Go Meh dinilai mirip dengan lontong sayur dengan tambahan menu pelengkap seperti sayur lodeh, telur pindang, sambal goreng ati, bubuk kedelai hingga bubuk koya dan kerupuk udang.

Sama halnya dengan sajian peranakan, Lontong Cap Go Meh juga memiliki makna yang diyakini hingga saat ini.

Bentuk lontong yang memanjang bermakna harapan umur yang panjang, sedangkan opor dan sayur lodeh yang berwarna kuning keemasan memiliki filosofi harapan agar diberi rezeki yang melimpah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini