Setelahnya dibawa keliling dunia hingga pada tahun 2011, La Galigo dibawa pulang dan dipentaskan di Kota Makassar.
Pada tahun 2011 pula UNESCO menetapkan I La Galigo ditetapkan sebagai Memory of The World, dalam bentuk Dokumentary Heritage (Pusaka Dokumenter).
Sebab La Galigo disebut lebih besar dari kitab Ramayana
Jika Kitab Ramayana yang berbahasa Sansekerta terdiri dari 24.000 sloka atau ayat, serta terbagi dalam 7 kanda atau kitab maka La Galigo diperkirakan terdiri dari 6.000 halaman folio atau 300.000 baris puisi sehingga UNESCO menyebutkan bahwa La Galigo merupakan karya sastra paling produktif di dunia.
Fakta itu diperkuat oleh pendapat Kern dan Sirtjo Koolhof, yang menyatakan bahwa La Galigo merupakan karya terpanjang di dunia. Lebih panjang dari epik yang berasal dari India yaitu Mahabharata dan Ramayana, serta lebih panjang dari epik Yunani yaitu Homerus.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini