jelajah

Cari Kebaya Jadul? Yuk Jalan-Jalan ke Pasar Triwindu Solo, Pusatnya Barang Antik di Dekat Pura Mangkunegaran, Siapa Pendirinya?

Senin, 18 November 2024 | 13:00 WIB
Salah satu sudut di Pasar Triwindu Solo, pusat barang antik hingga kebaya jadul (mangkunegaran.id)

Pasar ini rupanya dibangun sebagai hadiah peringatan kenaikan tahta ke-24 dari para sentana dalem Mangkunenaran kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegaran VII.

Nama triwindu berarti delapat tahun rangkap tiga, yang bertepatan dengan 24 tahun kepemimpinan KGPAA Mangkunegaran VII.

Saat awal dibangun, Pasar Triwindu hanya berupa lahan kecil dengan meja-meja sederhana.

Baca Juga: Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis

Barang yang dijual pun maish berupa kue-kue tradisional, pakaian, majalan hingga koran.

Lalu pada saat keadaan ekonomi sedang sulit pada masa penjajahan Jepang, banyak bangsawan yang menjual benda-benda antik dan koleksi seni mereka di Pasar Triwindu.

Menariknya, bagi para pegadang di sana, Pasar Triwindu menjadi rumah kedua bagi mereka.

Baca Juga: Sekelumit Kisah Makanan Manis di Yogyakarta dan Solo, Ternyata Miliki Kisah Penuh Perjuangan pada Masa Tanam Paksa Penjajahan Belanda

Sangat jarang ditemukan pedagang di Pasar Triwindu yang datang dan pergi.

Mayoritas kios-kios yang ada di Pasar Triwindu merupakan warisan para pedagang terdahulu kepada anak dan cucunya.

Toko barang antik pun menjadi bisnis keluarga yang diwariskan turun temurun.

Baca Juga: Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur

Pasar Triwindu yang saat ini sudah lebih modern mengalami pemugaran pada tahun 2008.

Pasar yang dulunya hanya terdiri 1 lantai ini dipugar mengikuti arsitektur di sekitar Solo dan dibangun menjadi 2 tingkat.

Saat itu, pasar ini sempat berganti nama menjadi Pasar Windujenar namun pada tahun 2011, kembali ke nama asalnya yakni Pasar Triwindu.***

Halaman:

Tags

Terkini