SketsaNusantara.id- Situs Karangkamulyan merupakan salah satu situs kuno yang berlokasi di Desa Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat.
Situs Karangkamulyan diketahui sebagai peninggalan dari masa kekuasaan Kerajaan Galuh yang bercorak Hindu-Sunda.
Kawasan di sekitar Situs Karangkamulyan ini terletak di dalam area hutan lindung dan juga pertemuan antara Sungai Cimuntur dengan Sungai Citanduy.
Baca Juga: Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...
Perlu diketahui bahwa Situs Karangkamulyan tersebut menerapkan pola kelipatan tiga di dalam susunan bangunannya.
Kemudian Situs Karangkamulyan ini memiliki 9 temuan yang disinyalir sebagai peninggalan penting dari zaman Kerajaan Galuh di masa lampau berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Peninggalan penting itu seperti Batu Pangcalikan, Panyabungan, Hayam, Sanghyang Bedil, lambang Peribadatan, Cikahuripan, Panyandaan, Pamangkonan, Makam Adipati Panaekan, serta tumpukan batu Sri Begawat Pohaci.
Baca Juga: Inilah Awal Penemuan Situs Candi Pamotan Kabupaten Sidoarjo, Ternyata Begini Kondisinya
Mengenai Batu Pangcalikan mempunyai luas lahan sebesar 25 m² dengan pagar pembatas yang terbuat dari batu setinggi 60 cm dan lebarnya 80 cm.
Selanjutnya Panyabungan Hayam adalah sebuah tanah yang lapang dimana isi didalamnya berupa batu datar dan menhir.
Cikahuripan dan Pamangkonan sendiri merupakan sebuah bangunan berbentuk persegi dan memiliki dinding yang terbuat dari batu.
Pada bagian area Cikahuripan tersebut juga ditemukan mata air yang katanya digunakan sebagai tempat mandi para putri raja dari Kerajaan Galuh.
Sanghyang Bedil dan Panyandaan adalah bangunan yang memiliki bentuk persegi dan di depan pintu masuknya ada tambahan batu.