jelajah

Kisah dan Misteri yang Terselip di Situs Pemandian Tertua 'Cibulan', Konon Dihuni Ikan Jelmaan...

Rabu, 9 Oktober 2024 | 19:30 WIB
Potret objek wisata pemandian Cibulan di Kuningan. (instagram.com/@amoy106)

Ketika kolam sedang dikuras, ikan-ikan tersebut akan hilang entah kemana, namun akan kembali dengan jumlah yang sama saat kolam kembali diisi air.

Baca Juga: Inilah Wujud Keadaan Candi Bocok Situs Kuno dari Masa Raja Hayam Wuruk, Benarkah Ada Arca Kepercayaan Dewaraja?

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah legenda itu, hingga sekarang tidak ada yang berani mengambil ikan dewa yang ada di kolam pemandian Cibulan.

Hal ini karena menurut kepercayaan, orang yang berani mengganggu atau bahkan sampai mengambil ikan tersebut, maka ia akan ditimpa kemalangan.

Selain kolam dengan legenda ikan dewanya, bagian sudut barat Pemandian Cibulan juga ditemukan tujuh sumber mata air yang dikeramatkan dengan nama Tujuh Sumur.

Baca Juga: Misteri Tersembunyi Pada Situs Kuno Candi Klodangan di Berbah Sleman, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang

Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang memiliki nama masing-masing, diantaranya Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, serta Sumur Keselamatan.

Konon menurut cerita yang beredar di masyakarat sekitar, ada salah satu sumur yang isinya adalah Kepiting Emasyakni Sumur Cirancana.

Seseorang dikatakan beruntung saat dapat melihat bagaimana wujud Kepiting Emas itu, dimana dipercaya bahwa semua keinginannya akan dikabulkan.

Baca Juga: Misteri Tersembunyi Pada Situs Kuno Candi Klodangan di Berbah Sleman, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang

Tujuh mata air tersebut berada mengelilingi sebuah petilasan yang diperkirakan sebagai petilasan Prabu Siliwangi saat dirinya beristirahat dalam perjalanan pulang setelah berperang melawan Kasultanan Mataram.

Petilasan itu berbentuk susunan batu yang serupa dengan menhir, serta dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran).

Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi ini masih ramai dikunjungi oleh para peziarah, khususnya saat malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah.

Baca Juga: Konon Jadi Bekas Petirtaan di Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Situs Payak di Bantul Yogyakarta Ini Dibangun Pada Abad ke-9

Mereka mempercayai bahwa air yang ada di tempat tersebut akan membawa keberkahan dan mengabulkan permintaan mereka.***

Halaman:

Tags

Terkini