Sebelumnya, Pulau Jawa sempat berada di bawah pemerintahan Inggris pada tahun 1811.
Lalu pada 1816, Pulau Jawa kembali berada di bawah pemerintahan Belanda berdasarkan Kongres Wina sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari TikTok @homestayjogja.co.id.
‘Serah terima’ Pulau Jawa ini dilakukan pada Agustus tahu 1816, dan secara resmi Pulau Jawa kembali ke pangkuan Belanda.
100 Tahun kemudian, pemerintah Belanda menggelar perayaan besar-besaran untuk mengenang peristiwa tersebut.
Sebelum digelar acara peringatan 1 Abad Pulau Jawa di bawah kekuasaan Belanda, muncul protes salah satunya dari Suwardi Suryaningrat atau Ki Hajar Dewantara.
Melalui tulisannya yang diterbitkan salah satu surat kabar kala itu, Ki Hajar Dewantara mengecam peringatan 1 abad Pulau Jawa kembali ke dalam pemerintahan Belanda.
Menurutnya, perayaan semacan ini tidak pantas karena sama artinya merayakan 100 tahun Belanda menjajah bangsa lain.
Dan fakta mirisnya, perayaan tersebut digelar di wilayah bangsa yang tengah mereka jajah.
Akibat protesnya tersebut, Pemerintah kolonial menangkap dan mengasingkan Ki Hajar Dewantara ke Belanda tahun 1913.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!