Keunikan pada candi Buddha tersebut ternyata menyimpan kisah yang begitu menarik pada saat pembangunannya di masa dahulu berdasarkan penelisuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Candi Lumbung ini diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.
Pada saat yang bersamaan pula, keluarga dari Wangsa Syailendra yang menganut agama Budha juga sedang mendirikan Candi Borobudur.
Rakai Pikatan yang waktu itu menjadi penguasa baru di tanah Jawa dengan latar belakang agama Hindu yakni Wangsa Sanjaya, berusaha menyaingi eksistensi dari penganut Buddha itu.
Wangsa Syailendra memang sudah lebih dulu membangun Candi Borobudur yang begitu megah, termasuk mendirikan Candi Lumbung.
Kemudian Rakai Pikatan membangun Candi Prambanan untuk menghormati sekaligus persembahan kepada Dewa Siwa dimana ia juga menandingi keberadaan Candi Borobudur.
Keberadaan Candi Lumbung juga diduga menjadi salah satu alasan bagi Rakai Pikatan untuk membangun Candi Prambanan.
Pada akhirnya ia membangun candi Pramabanan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari candi lain yang bercorak Budha, khususnya Candi Lumbung.
Dua wangsa besar tersebut diketahui masih mempunyai hubungan darah dan senantiasa bersaing dalam hal eksistensi kekuasaan serta perbedaan latar belakang agamanya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!