SketsaNusantara.id - Jenderal AH Nasution memiliki putri bungsu yang turut menjadi korban dalam peristiwa berdarah G30S PKI pada tahun 1965 silam.
Dalam peristiwa berdarah tersebut, korban yang diculik hingga dibunuh bukan hanya para jenderal.
Namun, putri bungsu Jenderal AH Nasution yakni Ade Irma Suryani yang masih berusia 5 tahun juga menjadi sasaran tembakan.
Peristiwa memilukan itu sendiri terjadi di kediaman Jenderal AH Nasution di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta.
Sang ayah sendiri, Jenderal AH Nasution berhasil menyelamatkan diri setelah melompat dari tembok di belakang kediamannya.
Ia dipaksa kabur oleh sang istri, Johanna Sunarti.
Namun, putri bungsunya, Ade Irma Suryani Nasution tertembak peluru pasukan Cakrabirawa pada bagian punggung.
Sedikitnya 3 peluru bersarang di punggung Ade Irma Suryani saat dirinya digendong oleh sang bibi, Mardiah.
Putri kecil Jenderal AH Nasution itu pun terluka bersimbah darah dalam pelukan ibunya, Johanna Sunarti.
Baca Juga: Netralitas ASN Dipertaruhkan, Bawaslu Sidoarjo Periksa Empat Pejabat Terkait Video Viral
Ade Irma Suryani lahir pada 19 Februari 1960 dan merupakan anak bungsu Jenderal AH Nasution.
Ade Irma Suryani, pahlawan kecil untuk menjadi saksi pengkhianatan G30S PKI pun gugur sebagai perisai sang ayah, Jenderal AH Nasution.