Ade Irma Suryani akhirnya wafat setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta pukul 20.00 WIB, pada 6 Oktober 1965.
Ade Irma Suryani menghembuskan nafas terakhirnya, 6 hari setelah peristiwa penembakan itu terjadi.
Atau tepatnya, putri bungsu Jenderal AH Nasution itu wafat sehari setelah 7 korban G30S PKI dimakamkan.
Presiden Soekarno pun sempat menyarankan Jenderal AH Nasution agar Ade Irma Suryani juga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan seperti pahlawan-pahlawan revolusi lainnya.
Namun tawaran Bung Karno ditolak oleh Jenderal AH Nasution.
Ade Irma Suryani pun dimakamkan di pemakaman umum dengan harapan kelak ibunya dan anggota keluarga lain dapat bersama di tempat yang sama.
Pemakaman Ade Irma Suryani pun berlangsung penuh haru.
Baca Juga: Tri Rismaharini Pecah Tangisnya di Hadapan Jamaah Gus Idham, Curhat Bingung Gak Bisa Bayar Saksi
Jenazah Ade digendong oleh ibunya yakni Johanna di pemakaman, karena Jenderal AH Nasution masih terluka pasca lolos dari G30S PKI.
Saat itu Jenderal AH Nasution yang memimpin upacara pemakaman tampak menangis saat jenazah sang putri mulai dimasukkan ke liang lahat.
Jenderal AH Nasution pun kemudian memberikan pesan mendalam untuk putri bungsunya Ade Irma Suryani.
Di depan nisan makam Ade Irma Suryani, tertulis kata-kata dari sang ayah, Jenderal A.H. Nasution. "Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu."
Artikel Terkait
Ikut Berjasa Saat Pemberontakan G30S PKI, Terbongkar Kisah Unik Pierre Tendean, Sengaja Lakukan Ini Biar Jadi Tentara
Bak Sudah Ada Firasat, Letjen S. Parman Lakukan Hal ini Sebelum Jadi Korban G30S PKI, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi sang Istri
Istri Letjen Suprapto, Perempuan yang Bertahan Hidup dari Kisah Tragis Kematian Sang Suami Korban Kekejaman G30S PKI
Profil Lengkap Amelia Yani, Putri Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani yang Punya Traumatik Mendalam atas Tragedi G30S PKI
Sosok AH Nasution, Jenderal yang Lolos dari G30S PKI hingga Mencetuskan Konsep Dwifungsi ABRI Zaman Orde Baru