Kerajaan Salakanagara sering dianggap sebagai kerajaan tertua di Nusantara, dengan keberadaannya yang diperkirakan antara abad ke-2 hingga ke-3 Masehi.
Meskipun banyak informasi mengenai kerajaan ini bersifat mitologis, beberapa bukti sejarah dan arkeologis mendukung klaim tersebut.
Salah satu sumber utama yang mengungkapkan sejarah Salakanagara adalah naskah Wangsakerta.
Naskah Wangsakerta yang disusun pada abad ke-17, naskah ini menyebutkan bahwa Salakanagara adalah kerajaan tertua di Nusantara mendahului Kerajaan Kutai yang dikenal luas sebagai kerajaan pertama di wilayah ini.
Naskah ini juga menceritakan bawha Kerajaan Salakanagara memiliki pengaruh besar di wilayah barat Pulau Jawa dan merupakan leluhur dari suku Sunda
Selain itu, terdapat beberapa peninggalan arkeologis yang dapat dikaitkan dengan kerajaan ini, seperti Menhir Cihunjuran, Dolmen, dan Batu Dakon, yang menunjukkan adanya aktivitas manusia pada masa itu.
Kisah awal berdirinya Salakanagara
Kisah berdirinya Kerajaan Salakanagara dimulai ketika seorang pedagang India bernama Dewawarman memutuskan untuk menetap di Jawa, tepatnya diteluk lada Pandeglang.
Dewawarman kemudian menjalin ikatan perkawinan dengan putri Aki Tirem yang merupakan kepala daerah setempat pada tahun130 Masehi.
Baca Juga: Dimulai Dengan Melawan Ayahnya! Benarkah Kesultanan Demak Runtuh Oleh Konflik di Dalam Kerajaan?
Setelahnya Dewawarman kemudian memutuskan mendirikan Kerajaan bernama Salakanagara dengan ibu kota Rajatapura dan kemudian bergelar Prabu Dharma Lokapala Ajiraksa Gapura Sagara.
Wilayah kekuasaan Dewawarman
Sebagai kerajaan, Salakanagara kemudian melakukan ekspansi guna memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup daerah Jawa bagian barat, pulau-pulau disebelah barat Pulau Jawa serta laut yang membentang hingga Pulau Sumatera.