jelajah

Mengenang Kyai Jufri Marzuki, Pejuang NU yang Ditikam Anggota PKI Tahun 1965 saat Hendak Pengajian

Sabtu, 21 September 2024 | 07:00 WIB
Kyai Jufri Marzuki pejuang ulama yang jadi korban kekejaman PKI. (Instagram, dokumen/@Indonesian.historical, nu.or.id)

 

SketsaNusantara.id - Peristiwa Keji G30S PKI yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) bukan hanya menyasar pada pahlawan-pahlawan revolusi Indonesia.

Namun PKI juga menargetkan para ulama, salah satunya adalah KH Jufri Marzuki.

KH Jufri Marzuki merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan segudang pengaruh penting pada zamannya.

Baca Juga: Ikut Berjasa Saat Pemberontakan G30S PKI, Terbongkar Kisah Unik Pierre Tendean, Sengaja Lakukan Ini Biar Jadi Tentara

KyaiJufri Marzuki yakni pendiri Pesantren As-Syahidul Kabir di Sumber Batu yang meninggal dunia seusai ditikam oleh anggota PKI pada 27 Juli 1965.

Aksi penikaman tersebut terjadi ketika Kyai Jufri sedang dalam perjalanan untuk mengisi pengajian.

KH Jufri Marzuki dikatakan telah hidup di dua gelombang politik berbeda yakni zaman perjuangan mencapai kemerdekaan dan era pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang meledak pada 1965.

Baca Juga: Siapa KS Tubun? Biografi Salah Satu Pahlawan Revolusi, Sosok Paling Beda dari Kesembilan Pejuang G30S PKI

Profilnya, KH Jufri Marzuki adalah putra dari pasangan suami istri (pasutri) KH Marzuki dan Nyai Rofiah.

Ayah dan ibu KH Jufri Marzuki sama-sama keturunan Kyai Zubair, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber Anyar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Dilatar belakangi oleh keluarga agamis menjadikan KH Jufri Marzuk dikenal sebagai ulama berjuluk Kyai Jufri.

Baca Juga: Kisah Hendrianti Putri Jenderal AH Nasution yang Alami Trauma Berat Pasca Tragedi G30S PKI, Terpaksa Lakukan Ini untuk Proses Penyembuhan

KH Jufri Marzuk terkenal sebagai ulama yang disegani. Tidak hanya di Madura, melainkan di level nasional.

Halaman:

Tags

Terkini