SketsaNusantara.id - Peristiwa Keji G30S PKI yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) bukan hanya menyasar pada pahlawan-pahlawan revolusi Indonesia.
Namun PKI juga menargetkan para ulama, salah satunya adalah KH Jufri Marzuki.
KH Jufri Marzuki merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan segudang pengaruh penting pada zamannya.
KyaiJufri Marzuki yakni pendiri Pesantren As-Syahidul Kabir di Sumber Batu yang meninggal dunia seusai ditikam oleh anggota PKI pada 27 Juli 1965.
Aksi penikaman tersebut terjadi ketika Kyai Jufri sedang dalam perjalanan untuk mengisi pengajian.
KH Jufri Marzuki dikatakan telah hidup di dua gelombang politik berbeda yakni zaman perjuangan mencapai kemerdekaan dan era pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang meledak pada 1965.
Profilnya, KH Jufri Marzuki adalah putra dari pasangan suami istri (pasutri) KH Marzuki dan Nyai Rofiah.
Ayah dan ibu KH Jufri Marzuki sama-sama keturunan Kyai Zubair, pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Sumber Anyar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
Dilatar belakangi oleh keluarga agamis menjadikan KH Jufri Marzuk dikenal sebagai ulama berjuluk Kyai Jufri.
KH Jufri Marzuk terkenal sebagai ulama yang disegani. Tidak hanya di Madura, melainkan di level nasional.