DI Panjaitan memperoleh promosi menjadi Asisten 4/Logistik Menteri/Panglima Angkatan Darat (Menpangad) per tanggal 1 Juli 1962.
Kenaikan jabatan Panjaitan membuat ia menjadi tangan kanan Jenderal Ahmad Yani yang menbuatnya masuk ke dalam daftar nama perwira TNI yang akan diculik.
Pasukan Cakrabiwara yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung bergeral pada 1 Oktober 1965 dini hari menculik Panjaitan hidup atau mati.
Hingga akhirnya tangan kanan Jenderal Ahmad Yani ini tertembak di bagian kepalanya oleh Pasukan Cakrabirawa dan dibawa ke Lubang Buaya.
Pada tanggal 4 Oktober 1965 jenazah para korban penghianatan G30S PKI termasuk DI Panjaitan ditemukan.
Baca Juga: Rumah Jenderal Ahmad Yani, Jadi Museum Bersejarah Mengenang Peristiwa G30S PKI
Tanggal 5 Oktober dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Klibata, Jakarta dan emndapat gelar Pahlawan Revolusi dan penghargaan Anumerta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!