jelajah

Konon Dibangun Abad Ke-10 Masehi, Inilah Candi Gunung Gangsir di Pasuruan Oleh Mpu Sindok Pada Masa Kerajaan Mataram Kuno

Senin, 16 September 2024 | 20:45 WIB
Candi Gunung Gangsir (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

SketsaNusantara.id – Di Jawa Timur terdapat banyak peninggalan candi dari berbagai Kerajaan yang dulunya pernah berkuasa. Salah satunya adalah Kerajaan Mataram Kuno.

Terdapat sebuah candi peninggalan candi yang dibangun oleh Mpu Sindok pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.

Situs peninggalan sejarah ini adalah Candi Gunung Gangsir yang belum diketahui banyak orang dan situs ini dibangun pada abad ke-10.

Baca Juga: Dibangun oleh Raja Sanjaya di Tahun 732, Inilah Candi Gunung Wukir Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Untuk fungsi dari Candi Gunung Gangsir ini belum diketahui secara pasti sebab kurangnya sumber sejarah yang ada.

Diketahui, Candi Gunung Gangsir adalah candi tertua di Jawa Timur dan dibuat dengan bahan dasar batu bata.

Terdapat sebuah argumen dari Parmentier dan Dumarcy bahwa candi ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad ke-14.
Selain itu, adapun juga pendapat yang datang dari Marijke J Klokke yang mengatakan candi ini mengalami restorasi pada masa Kerajaan Majapahit dan Singosari.

Baca Juga: Muncul Sekitar Tahun 1800-an, Inilah Candi Klotok Peninggalan Kerajaan Kediri untuk Bertapa

Dilansir dari laman pasuruankab.go.id oleh SketsaNusantara.id, Candi Gunung Gangsir ini teletak di Dukuh Keboncandi, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Nama dari candi ini diketahui berasal dari mitos masyarakat sekitar yaitu gunung yang diambil dari keberadaan candi ini.

Sedangkan, nama Gangsir diambil dari Bahasa Jawa yang berarti menggali lubang di bawah tanah. Menurut masyarakat sekitar, cerita candi ini berawal dari seseorang yang mencoba menggali gunung ini untuk mencuri benda berharga di dalam bangunan candi ini.

Baca Juga: Dibangun Abad Ke-9, Inilah Candi Banyunibo di Sleman Yogyakarta, Ini Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dijuluki 'Si Sebatang Kara'

Candi ini memiliki empat lantai dengan dua lantai dasar yang segi empat dengan tonjolan pada sisi timur serta berlawanan arah dengan keletakan tangga.

Denah tubuh dan atap candi juga segi empat, tetapi bagian ini keempat sisi dinding tubuh candi memiliki bidang tonjolan yang ramping. Candi ini memperlihatkan titik relung, pelipit, dan amtefiks.***

Halaman:

Tags

Terkini