SketsaNusantara.id – Karanganyar adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang mempunyai jejak peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit.
Salah satunya terdapat peninggalan Candi Cetho yang diketahui sudah ada dari 1431 Masehi dan dibangun pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V.
Candi Cetho merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang bercorak agama Hindu yang memiliki fungsi peringatan pendirian tempat peruwatan atau tempat untuk membebaskan diri pada kutukan.
Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud oleh SketsaNusantara.id, Kompleks Candi Cetho berada di lereng barat Gunung Lawu, yakni di Desa Cetho, Kelurahan Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Penemuan dari Candi Cetho sendiri berawal dari laporan penelitian Van Der Vills pada tahun 1842. Kompleks Candi Cetho mempunyai 14 teras panjang dengan batuan.
Candi Cetho ini juga menjadi jalur pendakian Gunung Lawu dan menjadi obyek wisata. Jika melewati jalur ini maka akan lebih cepat sampai ke Gunung Lawu. Candi Cetho diketahui berada di ketinggian 1.496 mdpl.
Pada gapura teras VII, ada prasasti dengan huruf jawa kuno yang menjelaskan fungsi dari Candi Cetho ini.
Terdapat juga arca-arca yang berwujud manusia, tetapi belum diidentifikasi dan juga ada yang berbentuk binatang yang mirip di Candi Sukuh. Di teras IX terdapat gerbang yang dikunci dan hanya dibuka ketika acara tertentu seperti sembahyang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!