SketsaNusantara.id- Bahasa Sunda, sebagai bagian dari rumpun Melayu-Polinesia dalam keluarga besar Austronesia, memiliki sejarah yang sangat panjang dan menarik.
Meskipun tidak diketahui secara pasti kapan bahasa ini pertama kali muncul, bukti tertulis tertua yang ditemukan berasal dari abad ke-14 berupa prasasti di Kawali, Ciamis.
Prasasti ini menunjukkan bahwa bahasa tersebut sudah digunakan oleh Kerajaan-kerajaan jauh sebelum masa itu,
Meskipun bukti lisan penggunaannya jauh lebih lama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @akang_jis30, perkembangan Bahasa Sunda sangat dipengaruhi oleh berbagai budaya yang datang dan pergi, mulai dari pengaruh Bahasa Sanskerta hingga masuknya elemen bahasa asing lainnya.
Ahli bahasa biasanya membagi sejarah Bahasa Sunda ke dalam dua era besar: Bahasa Sunda Kuno dan Bahasa Sunda Modern.
Baca Juga: Sosok Aki Tirem dari Salakanagara: Leluhur Suku Sunda ini Terkenal dalam Catatan Sejarah China
Kedua fase ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam struktur dan penggunaannya.
Pada awalnya, tulisan Bahasa Sunda menggunakan aksara Sunda Kuno.
Namun, seiring perjalanan waktu dan berbagai pengaruh dari luar, aksara ini mulai beradaptasi dengan aksara-aksara asing seperti Pegon dari abjad Arab, Cacarakan dari Jawa, hingga akhirnya menggunakan alfabet Latin.