jelajah

Menelisik Keturunan Indonesia di Belanda, Paling Banyak Bukan Jawa atau Minahasa tapi Tanah Kelahiran Orang Tua Eliano Reijnders

Sabtu, 7 September 2024 | 11:10 WIB
Eliano dan Tijjani Reijnders yang punya darah keturunan Maluku. (Instagram/eliano.r.)

SketsaNusantara.id - Timnas Indonesia kini mulai bersinar di kancah internasional, usai aksinya bisa lolos ke Kualifikasi Piala Dunia Round 3.

Hal ini tidak lepas dari kerja keras para pemain dan staf kepelatihan yang bekerja keras, untuk memaksimalkan peluang dengan mengikutsertakan para pemain diaspora atau naturalisasi.

Bila dilihat di skuad anak asuh Shin Tae-yong banyak nama-nama keturunan Belanda yang memiliki darah Maluku seperti Ragnar Oratmangoen, lalu yang teranyar akan bergabung yakni Eliano Reijnders.

Baca Juga: Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan

Lantas, mengapa banyak sekali orang Maluku di Belanda hingga kini?

Jika dilihat lebih dalam banyaknya orang Maluku ke Belanda karena pada masa Hindia Belanda, hal ini juga tidak lepas dari Belanda yang kalah dalam Perang Dunia II dan akhirnya terpaksa pergi dari tanah ibu pertiwi.

Kekalahan ini menjadi eksodus yang sangat besar dari Indonesia ke Negeri Kincir Angin tersebut, sehingga banyak sekali imigran asal Indonesia yang menetap di sana.

Baca Juga: Kondisi Makam Raja Kerajaan Gowa ke-XIII yang Terletak di Benteng Keraton Buton Sulsel, Tampak tak Megah tapi...

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman Indonesia Baik, pasca kemerdekaan Indonesia dan kedaulatan dikembalikan ke Nusantara, membuat para simpatisan Belanda yang merupakan pribumi pun ikut bermigrasi ke Belanda.

Maka dari itu, banyak sekali orang-orang keturunan Jawa, Minahasa, Sumatera, Madura, keturunan Tionghoa dan yang paling banyak adalah orang Maluku.

Total ada sebanyak 12.500 orang Ambon yang terinci di antaranya 3.578 berasal dari satuan tentara dan 8.500 anggota keluarganya yang dibawa ke Belanda pada tahun 1951.

Baca Juga: Bukan Hanya dari Kedatangan Paus Fransiskus, Toleransi di Nusantara Telah Ada sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Candi..

Tentara yang dimaksud adalah Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL), yang hijrah ke Belanda dan menetap selama akhir hayatnya.

Walaupun orang Maluku yang pertama kali eksodus ke Belanda ini berbeda warna kulit di sana, tetapi mereka dilindungi oleh hak dan kewajiban sebagai keturunan belanda.

Halaman:

Tags

Terkini