jelajah

Jadi Kafe Kekinian! Ternyata Bangunan ini Bekas Peninggalan Raja Batik Yogyakarta di Era Kerajaan Mataram yang Super Power, Jujukan Muda-mudi?

Kamis, 5 September 2024 | 14:00 WIB
Kumpeni Coffe masa kolonial modern yang jadi jujukan para muda mudi. (Instagram @ laurentiuslei)

Cara ini dilakukan oleh Haji Bilal untuk memperlihatkan koleksi batiknya sebagai upaya untuk menjalin hubungan erat di dalam lingkup masyarakat.

Semasa kecil Haji Bilal dikenal ulet dan mandiri juga sangat suka melihat berbagai kegiatan yang terjadi di pasar.

Baca Juga: Siapa Shania BMH? 5 Fakta Runner Up Puteri Indonesia Yogyakarta yang Diduga Sindir Erina Gudono Soal Bau Badan

Hal tersebut membuat Haji Bilal mengikuti jejak para pedagang untuk memulai bisnisnya.

Pada tahun 1912 Haji Bilal membuat perusahaan resmi yang dinamakan CV Haji Bilal dengan 700 pegawai, dan pada tahun itu juga dikenal sebagai tahun spesial oleh masyarakat daerah Kauman Yogyakarta dan sekaligus pelopor berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah.

Kemudian bangsa Eropa dan juga Timur Tengah memasukkan nama Atmojoewana kedalam daftar orang berpengaruh di Yogyakarta pada pertengahan tahun 1912.

Hingga kemudian pengaruh Atmojoewana melambung tinggi hingga berperan sebagai pengikat kesepakatan dengan pedagang di jaringan The Big Five atau yang dikenal sebagai gurita bisnis yang terdiri atas lima perusahaan Belanda. ***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini