Bahasa Melayu telah menjadi bagian integral dari identitas nasional, yang ditegaskan oleh Sumpah Pemuda 1928 dengan mengusung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia resmi menggantikan bahasa Belanda yang hanya dipakai oleh segelintir kalangan.
Pengaruh bahasa Belanda tetap terasa dalam kosakata bahasa Indonesia hingga sekitar 10.000 kata, seperti "apotek," "kereta api," dan "kaos."
Meskipun bahasa Belanda tidak lagi umum digunakan, jejaknya masih ada dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan studi akademis.
Baca Juga: Jarang Ada di Buku Sejarah, Ini Jejak Penjajahan 6 Negara yang Pernah Menguasai Tanah Indonesia
Banyak institusi, seperti Universitas Indonesia, masih mempelajari bahasa Belanda, terutama untuk studi hukum dan referensi sejarah.
Dengan sentimen negatif terhadap penjajahan Belanda, masyarakat Indonesia memilih bahasa Melayu sebagai simbol identitas dan persatuan nasional.
Bahasa Belanda, meski berpengaruh, tidak diadopsi sebagai bahasa resmi, mencerminkan komitmen Indonesia untuk melestarikan bahasa dan budaya lokalnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!