jelajah

Bekas Restoran di Yogyakarta Ini Disebut Restoran Siluman Ular, Unik Namun Suasananya Menyeramkan

Selasa, 13 Agustus 2024 | 21:45 WIB
Penampakan bekas restoran Jiwangga yang menyeramkan (Screenshot tiktok @Banhku Kosong TV)

SketsaNusantara.id - Di Yogyakarta terdapat satu bekas restoran yang kondisinya sangat menyeramkan bernama Restoran Jiwangga.

Masuk ke dalam bekas restoran besar itu membuat kita bergidik karena terdapat ornamen-ornamen berupa patung-patung dengan bentuk tak biasa.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @Bangku Kosong TV, restoran terbengkalai ini memiliki lokasi yang berbukit.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswa Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kamar Kos di Sleman Yogyakarta, Barang Bukti Ini Diduga Jadi Penyebab Kematian Korban

Meskipun awalnya dirancang sebagai tempat makan yang mewah, restoran ini kini terbengkalai dan menjadi lokasi yang sering dibicarakan karena cerita-cerita horor yang menyelimutinya.

Saat masuk ke area bekas restoran itu maka kita akan disambut oleh dua patung ular besar yang memenuhi pintu masuk.

Restoran dengan konsep berbentuk kerajaan serta patung-patung siluman ular ini rupanya dibangun pada tahun 2013 dan mulai terbengkalai pada tahun 2017.

Baca Juga: Candi Ratu Boko Yogyakarta: Kisah Istana Ayahanda Roro Jonggrang, Rahasia dan Keindahan yang Penuh Misteri

Restoran besar ini rupanya dikonsep dengan luar biasa berupa konsep kerajaan Majapahit kuno, dimana pada bagian yang tinggi terdapat pendopo di tengah restoran sebagai tempat pertunjukan musik gamelan.

Pada saat restoran ini masih buka, tamu yang datang untuk makan konon akan langsung disambut oleh musik gamelan.

Lalu saat turun ke bagian bawah, kita akan melihat lokasi yang benar-benar mirip kerajaan yang nampak horor karena sudah terbengkalai dan dipenuhi pohon merambat.

Baca Juga: Purna Usai 82 Tahun, Sisi Unik Keraton Yogyakarta, Punya 2 Abdi Dalem yang Tingkahnya Undang Gelak Tawa, Siapa?

Ketika turun ke lokasi yang berkonsep seperti Kerajaan Majapahit ini kita akan seperti dibawa ke alam lain dan membuat bulu kuduk merinding sekaligus takjub.

Pada dinding-dinding yang mengelilingi bagian tengah terdapat ukiran-ukiran seperti relief candi-candi yang menggambarkan prajurit menaiki gajah.

Halaman:

Tags

Terkini