Kamis, 2 Juli 2026

Naik Tahta Sejak Usia 3 Tahun, Mengenal Sosok Raja Yogyakarta yang Masa Kepemimpinannya Penuh Drama hingga Dianggap Tunduk pada Belanda

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 21:45 WIB
Potret Sultan Hamengku Buwono V, Raja Yoyakarta yang naik tahta sejak usia 3 tahun (Instagram @trah_hamengkubuwono5)
Potret Sultan Hamengku Buwono V, Raja Yoyakarta yang naik tahta sejak usia 3 tahun (Instagram @trah_hamengkubuwono5)

SketsaNusantara.id - Kisah sejarah Kesultanan Yogyakarta selalu menarik untuk diikuti, termasuk raja-raja terdahulu yang pernah memimpin kerajaan.

Salah satu sosok yang menarik dalam sejarah Kesultanan Yogyakarta adalah raja yang usianya terbilang sangat muda.

Tahukah anda, Kesultanan Yogyakarta ternyata pernah ada raja yang memimpin kerajaan sejak usia 3 tahun pada masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Berapa Kali Lipatan Bendera Merah Putih? Teknik dan Tata Cara yang Benar Melipat ala Paskibraka Saat Pengibaran dan Penurunan

Sosok pemimpin yang sangat muda ini tentunya menarik perhatian publik, terlebih kisah kepemimpinannya yang penuh dengan drama dan tragedi saat memimpin kerajaan pada zaman kolonial Belanda.

Lantas, siapakah sosok pemimpin tersebut? Dilansir dari laman Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sosok raja muda yang dimaksud adalah Sri Sultan Hamengku Buwono V.

Lahir pada tanggal 20 Januari 1821, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) V merupakan putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono IV dengan Gusti Kanjeng Ratu Kencono yang memiliki nama asli Gusti Raden Mas Gatot Menol.

Baca Juga: Apa Perbedaan Arti Kata 'Mataram' di India dan Indonesia? Mengenal Makna dan Fakta dari Istilah yang Terkenal dalam Sejarah Nusantara

Sri Sultan Hamengku Buwono atau Raden Mas Gatot Menol naik tahta pada usia 3 tahun setelah ayahnya wafat pada tahun 1823.

Lantaran dinobatkan menjadi sultan pada usia yang masih sangat muda, dibentuk dewan perwalian untuk mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono V menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Masa kecil dan remaja Sultan HB V dihabiskan di tengah gejolak politik dan kekuasaan kolonial Belanda. Meski demikian, Sultan HB V tumbuh besar dengan perlakuan khusus antara perasaan iba dan tanggung jawab yang besar.

Baca Juga: Ada Makam Raja Cirebon di Jogja: Sejarah Panembahan Girilaya yang Jadi Tahanan Mertuanya di Yogyakarta

Perlakuan khusus tersebut akhirnya membentuk karakter Sultan HB V menjadi sosok pemimpin yang lemah lembut dan selalu menjaga perdamaian dengan menghindari kekerasan.

Masa pemerintahan Sultan HB V diwarnai berbagai tantangan dan penuh dengan drama. Pada usia muda, Sultan HB V harus menghadapi berbagai persoalan, mulai dari masalah internal istana hingga hubungan dengan pemerintah kolonial Belanda.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Keraton Yogyakarta

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X