jelajah

Berkat Kekejaman VOC! Indonesia Punya Gado-Gado, Ternyata Idenya dari Orang yang Kelaparan?

Minggu, 11 Agustus 2024 | 13:15 WIB
Gado-gado sudah ada sejak VOC masuk ke Indonesia. (X/ @ColminIndonesia.)

 

SketsaNusantara.id - Gado-gado, hidangan legendaris Indonesia yang menggabungkan sayuran dengan bumbu kacang, menyimpan sejarah yang menarik.

Pada abad ke-17, khususnya antara 1628-1629, Kesultanan Mataram di bawah Sultan Agung menghadapi situasi kritis saat menyerbu Batavia.

Pasukan Mataram mengalami kekurangan bahan makanan, terutama beras, karena lumbung-lumbung beras dibakar oleh VOC, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube yoatoon.

Baca Juga: Di Mana Letak Makam Kapten Tack? VOC yang Kemudian Terbunuh di Kartasura oleh Pasukan Gabungan Amangkurat II dan Untung Suropati

Dalam keadaan darurat ini, prajurit warok dari Ponorogo menciptakan sambal bumbu pecel dari kacang tanah.

Lalu, mereka campurkan dengan sayuran mentah yang ada di sekitar persawahan untuk bertahan hidup.

Dalam bahasa Jawa, cara makan ini disebut "gado," yang berarti makan lauk tanpa nasi.

Dari resep sederhana tersebut, gado-gado berkembang menjadi hidangan khas Jakarta atau Betawi yang sangat populer.

Baca Juga: Akhir Tragis Kapten Tack VOC dan Raden Trunojoyo, Benarkah Karena Kutukan Mahkota Majapahit?

Kini, gado-gado terdiri dari sayur-sayuran rebus, irisan telur, tahu, dan kerupuk, semua disiram dengan bumbu kacang yang telah dihaluskan.

Hidangan ini bisa dinikmati seperti salad dengan bumbu kacang atau disajikan dengan nasi putih atau lontong.

Dengan tambahan lontong, telur, tahu, dan kerupuk, gado-gado kini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol dari evolusi kuliner Indonesia yang memadukan tradisi dengan inovasi.

Baca Juga: Perjanjian Giyanti: Alasan di Balik Pembagian Jawa yang Mengubah Sejarah! Ada Campur Tangan VOC?

Halaman:

Tags

Terkini