SketsaNusantara.id – Pada penjajahan kolonial Belanda, foto merupakan salah satu arsip penting dalam sejarah penjajahan di Indonesia.
Dengan adanya bukti foto zaman penjajahan yang menjadi arsip, akhirnya kita menjadi tahu bagaimana kondisi Indonesia pada zaman penjajahan. Khususnya era kolonial Belanda.
Tak hanya menjadi bukti potret gambaran era penjajahan, dalam arsip foto kita mengetahui berbagai peristiwa sosial lainnya pada zaman dulu.
Di balik foto arsip zaman kolonial Belanda atau Hindia Belanda, ada sosok kelahiran turki dan memiliki keturunan Armenia yang bernama Ohannes Kurkdjian.
Dulunya, Ohannes tinggal di Surabaya dan merupakan seorang fotografer yang mengabadikan setiap sudut dari Kota Surabaya pada zaman Hindia Belanda.
Karya-karya dari Ohannes saat ini telah menjadi arsip penting yang bisa dinikmati hingga saat ini.
Selama tinggal di Kota Surabaya, diketahui Ohannes Kurkdjian memiliki sebuah studio foto di daerah Gemblongan.
Sebelum ia menetap di sana, ia pernah berkeliling ke seluruh daerah Jawa Timur untuk mengabadikan objek-objek di setiap wilayah. Termasuk letusan erupsi dari Gunung Semeru.
Selain itu, Ohannes juga pernah dipercaya untuk memfoto Susuhunan Pakubuwana X di Solo, Jawa Tengah.
Selain itu, ia menyukai memfoto pemandangan alam, para pedagang, transportasi, kesenian jawa, hingga Candi Borobudur.
Studio foto dari Ohannes Kurkdjian adalah bernama Atelier Kurkdjian. Di sana, ia lebih sering mengerjakan foto komersial.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari TikTok @eltah.story, pada 1903, Ohannes Kurkdjian meninggal pada saat berusia 52 tahun lalu dimakamkan di makam Belanda Peneleh, Surabaya.