Jumat, 3 Juli 2026

Sejarah Pembentukan dan Pemikiran-pemikiran Indische Partij yang Dinilai Mengancam Pemerintah Hindia Belanda

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Juli 2024 | 20:30 WIB
Sejarah Indische Partij yang mengancam Hindia Belanda.   (X @sejutaluka)
Sejarah Indische Partij yang mengancam Hindia Belanda. (X @sejutaluka)

 

SketsaNusantara.id - Pada akhir abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda memisahkan masyarakat ke dalam tiga golongan: orang Eropa di posisi tertinggi, Timur Asing di tengah, dan pribumi di bawah.

Golongan Indo (campuran Belanda dan pribumi) berada di antara Eropa dan pribumi.

Ketidakadilan ini membuat golongan Indo ingin melawan pemerintah kolonial.

Baca Juga: Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

Mereka mendirikan Indische Bond pada tahun 1898. Beberapa anggota ingin bergabung dengan pribumi dalam perjuangan kemerdekaan.

Pada rapat Indische Bond di Jakarta tanggal 25 Agustus 1912, mereka setuju merombak organisasi ini, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Historibell.

Dari rapat ini lahirlah Indische Partij, partai politik pertama di Hindia Belanda yang terbuka untuk semua etnik.

Baca Juga: Siapa Putra Bangsa dari Tanah Papua? Kenal Lebih Jauh tentang Silas Papare, Tak Kenal Menyerah dari Tahanan Belanda

Indische Partij memiliki semboyan "Indie voor Indiers" (Hindia untuk orang Hindia) dan "Indische los van Holland" (Hindia lepas dari Belanda).

Sembilan hari setelah pendirian, Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Vanderpool melakukan tur propaganda dari Bandung ke Yogyakarta, Madiun, Surabaya, Semarang, Pekalongan, Tegal, dan Cirebon.

Tur ini mendapatkan dukungan luas, termasuk dari Suwardi Suryaningrat di Bandung dan Cipto Mangunkusumo di Surabaya.

Baca Juga: Asal-usul Margolunyu, Tameng Alam Pasukan Diponegoro: Jadi Strategi Jitu Melawan Tentara Belanda

Pada 25 Desember 1912, mereka menyusun anggaran dasar yang menetapkan kepengurusan, visi, dan misi partai.

Douwes Dekker menjadi ketua, Tjipto Mangunkusumo wakil ketua, dan J.J. Van Ham sebagai panitia.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Historibell

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X