SketsaNusantara.id - Jika saat ini kita lebih mengenal babysitter yang bekerja untuk mengurus anak, di zaman Hindia-Belanda disebut sebagai baboe.
Berbeda dengan zaman sekarang, baboe atau pengasuh anak-anak keluarga Belanda secara paksa tanpa ada upah.
Pada zaman kolonial tersebut, baboe tak hanya dikerjakan oleh wanita- wanita pribumi yang telah dewasa. Namun, anak-anak wanita pribumi turut menjadi korban.
Anak-anak pribumi yang seharusnya mendapatkan ilmu pendidikan, masih harus bekerja paksa mengasuh anak-anak Belanda.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @gejapramono, keluarga orang Eropa khususnya di Batavia pada zaman itu diketahui merupakan orang tua yang tidak mampu mengurus anaknya, sehingga diberikanlah tugas mengasuh pada wanita pribumi.
Efeknya pola asuh baboe ini ternyata cukup besar, anak-anak Belanda cenderung lebih dekat dengan para pengasuh ketimbang keluarganya.
Selain itu, anak-anak Belanda saat itu bahkan sulit mengucapkan bahasa Belanda ketika berbicara dengan orang tuanya.
Dikatakan, pekerjaan baboe pada eranya sangat padat, yakni dimulai dari mempersiapkan perlengkapan anak Belanda saat waktu bangun pagi, memandikan, hingga mempersiapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke sekolah hingga pulang kembali ke rumah.
Seperti halnya anak-anak pada umumnya, anak Belanda tak selamanya menunjukkan sikap yang baik, terkadang melakukan hal nakal yang merepotkan bagi para pengasuhnya.
Baca Juga: Amalan Penyembuh Asam Lambung dari Ustadz Dhanu, Bacalah Doa Ini agar Diberikan Kesembuhan
Anak-anak Belanda sering berbuat nakal dan meresahkan tak hanya ke pengasuh, tetapi ke orang tua mereka.