Lalu pada tahun 1855 M, Sri Paduka Mangkunegara IV melakukan pembaharuan karena penanggalan bulan-bulan musim dan bulan-bulan matahari dianggap tidak memadai sebagai patokan para petani untuk bertanam.
Dalam Pranoto Mongso, setahun dibagi menjadi empat musim utama dan dua musim yakni :
• Kecil : terang (langit cerah, 82 hari)
• Semplah (penderitaan, 99 hari) mangsa kecil paceklik pada 23 hari pertama,
• Udan (musim hujan, 86 hari), dan
• Pangarep-arep (penuh harap, 98/99 hari) dengan mangsa kecil panen.
Demikian informasi mengenai tahapan musim dalam kitab Pranoto Mongso. Semoga bermanfaat.***