SketsaNusantara.id - Makanan manis selalu menjadi bagian dari momen spesial kita, mulai dari kue ulang tahun hingga coklat sebagai ungkapan kasih sayang.
Namun, jika Anda menjelajahi kuliner Jawa, Anda mungkin akan terkejut melihat bahwa bukan hanya cemilan, tetapi juga lauk-pauk utama sering kali beraroma manis.
Inilah yang selalu jadi pertanyaan banyak orang tentang makanan khas Jawa yang selalu identik dengan rasa yang manis.
Ternyata, tradisi makanan manis di Jawa memiliki latar belakang sejarah yang menarik, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Zenius.
Segalanya bermula pada tahun 1830, saat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.
Pada masa itu, Gubernur Jenderal Van De Bosch menerapkan kebijakan Cultuurstelsel, yang memaksa rakyat untuk menyisihkan sebagian tanah mereka untuk menanam komoditas ekspor seperti teh, tebu, dan kopi.
Baca Juga: Rasanya Premium! Rekomendasi Kuliner Enak Khas Bangka Belitung! Dijamin Ketagihan Banget
Hasil tanaman ini kemudian harus diserahkan kepada pemerintah Belanda.
Meskipun kebijakan ini awalnya tampak adil, kenyataannya sangat merugikan rakyat.
Tanah mereka dipaksa untuk produksi komoditas ekspor, sementara kebutuhan pangan lokal diabaikan.
Rakyat dipaksa bekerja jauh melebihi batas yang ditetapkan, sering kali tanpa imbalan yang layak.
Krisis pangan pun melanda, dan bahan pangan menjadi sangat langka.