SketsaNusantara.id - Dalam banyak kisah tentang raja-raja Jawa terdapat bagian bahwa raja-raja jawa memiliki hubungan khusus dengan penguasa pantai selatan Ratu Kidul.
Kisah pernikahan antara Sultan Agung dan Ratu Kidul merupakan salah satu kisah mistis yang sangat terkenal dalam sejarah dan budaya Jawa.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari buku Kitab Terlengkap Sejarah Mataram karya Soetjipto Abimanyu, Sultan Agung diceritakan lahir di Kotagede Mataram pada tahun 1593 dengan nama kecil Raden Mas Rangsang.
Setelah naik tahta ia mendapatkan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo atau Prabu Pandita Hanyokrokusumo sebagai Raja Mataram.
Sultan Agung juga berhasil mempersatukan tanah Jawa dan menghadapi ancaman penjajah Belanda yang tergabung menjadi VOC di Batavia.
Sultan Agung konon merupakan sultan Jawa yang memiliki kemampuan mengendalikan mahluk gaib sehingga gelarnya kemudian diganti menjadi Susuhunan Agung Hanyokrokusumo atau Sultan Agung Hanyokrokusumo.
Baca Juga: Makam Ki Ageng Jejer Guru Sultan Agung: Tidak Mewah, tapi Jadi Pusat Peziarah Masyarakat di Bantul?
Namun tahun 1640 gelar tersebut diganti lagi menjadi Sultan Agung Senapati ing Alaga Abdurrahman.
Lalu ia juga mendapatkan gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram, namun pada akhirnya ia kemudian paling akrab dipanggil Sultan Agung.
Sultan Agung memerintah Mataram Islam dari tahun 1613 hingga 1645 dan bisa sampai pada puncak kejayaan.
Semua itu berkat kepiawaian serta kecakapannya dalam mengelola negara serta pernikahan spiritual dengan Ratu Kidul, yang dikenal sebagai penguasa laut selatan yang dipercaya sebagian orang.
Dalam Babad Nitik disebutkan hubungan Sultan Agung dan Ratu Kidul tidak hanya dianggap sebagai ikatan cinta, tetapi juga sebagai strategi politik untuk memperkuat kekuasaan Mataram.