jelajah

Inilah Peran Kapitan Jonker dalam Penangkapan Pangeran Trunojoyo di Jawa Timur, Ternyata Panglima Maluku itu Punya Strategi Unik Ini...

Kamis, 25 Juli 2024 | 18:30 WIB
Lukisan Pangeran Trunojoyo Dibunuh oleh Amangkurat II dengan Keris Setelah Berhasil Ditangkap oleh Kapitan Jonker dan Pasukannya. (X.com/@sujokojiwo)

SketsaNusantara.id- Kapitan Jonker adalah seorang tentara atau pasukan bayaran untuk pihak VOC dan dikenal mempunyai kecerdasan mumpuni dalam persoalan strategi militer.

Pihak VOC menggunakan jasa Kapitan Jonker beserta pasukannya dalam berbagai pertempuran dan akhirnya membuat Jonker ditempatkan di pusat militer yang pada masa itu ada di Batavia.

Selama di Batavia, Kapitan Jonker diangkat menjadi Vandrig VOC atau serdadu VOC dengan tujuan agar memudahkan koordinasi saat dibutuhkan dalam melawan musuh-musuh VOC.

Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata

Salah satu peperangan peperangan dengan Kapitan Jonker manjadi pemimpinnya adalah pendudukan dan Pemberontakan Trunojoyo di Jawa Timur.

Pemberontakan Trunojoyo diketahui berlangsung dalam kurun waktu 7 tahun lamanya yaitu dari tahun 1675 sampai 1682.

Pemberontakan yang dilakukan oleh Pangeran Trunojoyo dilatarbelakangi oleh pemerintahan Raja Mataram Islam Amangkurat I yang dinilai bertindak kejam dan sewenang-wenang kepada rakyatnya.

Selain itu, penyebab keduanya yaitu keluarga Pangeran Trunojoyo juga ikut menjadi korban kekejaman Amangkurat I, bahkan Ayahnya yaitu Raden Demang Mloyo Kusuma ikut terbunuh.

Baca Juga: Kisah Karomah Kyai Sholeh Darat, Guru KH Hasyim Asy'ari, Pernah Bikin Mobil Tentara Belanda Mogok Gara-Gara...

Pemberontakan yang diliputi oleh perjuangan melawan raja yang tiran serta dendam membara dalam diri Pangeran Trunojoyo, akhirnya ia berhasil menyerang Mataram Islam bersama Adipati Anom dan mengambil pusat kekuasaannya di Plered pada 2 Juli tahun 1677.

Amangkurat I diketahui melarikan diri dari kerajaan dan setelah itu Pangeran Trunojoyo menjarah harta milik keraton Mataram untuk dibawanya ke Kediri, Jawa Timur dan itu membuat Adipati Anom merasa tidak senang.

Adipati Anom akhirnya memilih melarikan diri dan menemui Ayahnya Amangkurat I dan nantinya ia meminta bantuan kepada VOC untuk menangkap Pangeran Trunojoyo.

Setelah Amangkurat I wafat, akhirnya Adipati Anom diangkat menjadi penerus dengan gelar Amangkurat II dan ia melakukann "Perjanjian Jepara" pada September tahun 1677 dengan isi bahwa Raja Mataram harus menyerahkan pesisir utara Jawa jika VOC mengalahkan Trunojoyo.

Baca Juga: Di Mana Makam Kyai Modjo? Seorang Panglima Perang Diponegoro yang Menentang Kekuasaan Belanda, Cek Lokasinya...

Halaman:

Tags

Terkini