jelajah

Perjanjian Giyanti: Alasan di Balik Pembagian Jawa yang Mengubah Sejarah! Ada Campur Tangan VOC?

Kamis, 25 Juli 2024 | 14:45 WIB
Sejarah Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan di Jawa. (X @sefkelik)

 Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata

Perjanjian Salatiga pada 1757 akhirnya menyelesaikan konflik ini dengan memberikan sebagian wilayah Kasunanan Surakarta kepada Pangeran Sambernyawa.

Wilayah inilah yang kemudian dikenal sebagai Kadipaten Mangkunegaran.

Perjanjian ini juga menandai terbelahnya tanah Jawa menjadi empat wilayah pemerintahan yang berbeda.

 Baca Juga: Favorit Sultan Agung, Lemper Raksasa Jadi Simbol Upacara Adat Rebo Wekasan, Punya Makna Mendalam

Tidak berhenti di situ, pada 1813, Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles memperkenalkan Paku Alaman, menambah kompleksitas pembagian wilayah Jawa.

Kini, Kasunanan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran diakui sebagai cagar budaya, sementara Yogyakarta dan Paku Alaman menjadi Daerah Istimewa.

Perjanjian Giyanti bukan hanya sekadar dokumen sejarah, tetapi juga merupakan fondasi dari pembagian wilayah dan dinamika politik Jawa yang berlanjut hingga masa kini.

Baca Juga: Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam

Sejarah yang penuh intrik dan strategi ini membentuk struktur politik dan budaya Jawa seperti yang kita kenal hari ini.***

 

Halaman:

Tags

Terkini